Selasa, 07 April 2015

Tersenyumlah Untukku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 09.19.00
30 Maret 2015

Aku melihat senyummu dalam mimpi, tapi aku abaikan. Aku terbangun. Penyesalan yang aku rasakan ketika aku terbangun dari mimpiku. Ingin mengulang kembali mimpi yang baru saja terjadi dalam tidurku dan membalas senyummu yang jelas ditujukan hanya untuk aku. Kulanjutkan tidurku, berharap mimpi yang sama akan hadir lagi. Tapi setelah aku dihadapkan pada kenyataan yang ada dalam mimpi, ternyata mimpi indah tak pernah datang dua kali dalam waktu yang sama. Aku mimpi buruk.

Dunia yang gelap perlahan berubah menjadi terang. Pagi datang. Bersama cahaya yang seperti biasa selalu dia bawa. Aku lupakan mimpi yang datang tadi malam. Meskipun berat, ku coba tersenyum pada pagi, tapi pagi tak menyambut senyumku, seakan pagi tahu dengan ketidaktulusan bibirku yang dipaksa oleh pemiliknya untuk mengembang.

Ada apa dengan aku?

Menunggu waktu. Satu menit terasa seakan waktu dipenjarakan pada keabadian ketika aku menunggumu untuk datang. Waktu berhenti untuk beberapa saat.

Setelah keabadian pada menit meninggalkan waktu, akhirnya waktu datang membawa sesosok manusia sejuta keindahan. Tersenyum padaku. Tapi tak sama dengan senyum yang kulihat dalam mimpiku. Ada yang berbeda.

Aku berusaha untuk bersikap seperti biasa. Mencoba tersenyum. Tapi ternyata rasa sedih yang entah kenapa ada dalam hatiku tak bisa aku sembunyikan. Kenapa aku?

Berjalan berdampingan meski tidak berpegangan tangan. Bertatapan muka meski tidak saling menatap mata. Menyembunyikan rasa perih dalam dada yang masih tidak aku ketahui alasannya. Aku merasa tak biasa.

Ku geretakkan gigiku. Ku kepalkan tanganku. Ku lihat langit dan berusaha tak mengedipkan kelopak mataku. Kulakukan banyak cara untuk menjaga air mata agar tidak kuteteskan. Semua kulakukan agar aku bisa menahan tangis. Tapi semua sia-sia. Perlahan tenggorokanku sakit. Dan air mata jatuh tanpa bisa aku bendung. Cengeng…

Aku melihat ke arahmu. Tapi kamu seakan tak peduli dengan apa yang terjadi padaku. Hari ini aku kehilangan senyumku. Bersamaan dengan senyummu yang juga ikut menghilang.


Jika aku diberi kesempatan untuk membuat permohonan di tanggal 30 ini, aku hanya akan memohon untuk tidak kehilangan senyummu. Jadi aku mohon.... tersenyumlah untukku. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review