Jumat, 20 Desember 2013

Sakitku Bukan Parasit

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 20.39.00 0 komentar
Ada kalanya dunia menempatkan ku pada titik terbawah dalam hidup, ketika perjuangan untuk menggapai cita dan asa tergoyahkan oleh suatu yang menjadi racun kehidupan. Tuhan sayang padaku, karena itulah Dia memberikanku racun melalui mereka yang kurang menghargai perassan seseorang, agar aku lebih sering mengingat-Nya.

Sesungguhnya aku tak pernah tahu dengan apa yang ada dalam pikiran mereka tentang aku. Racun yang masuk melalui hatiku telah menyebar ke seluruh tubuhku hingga aku tak mampu lagi untuk membedakan kebenaran dan kesalahan. Aku lupa bagaimana cara untuk hidup normal, tapi aku selalu ingat bagaimana rasanya sakit.

Tulisan ini adalah gambaran dari sebagian kecil luka yang ku alami. Mereka tertawa ketika aku benar-benar merasa sakit. Mereka hanya akan sedikit melirik ke arahku dan akhirnya kembali tertawa menyaksikan kesakitanku. Dimana letak hati?

Sakit. Ternyata mereka yang telah ku anggap saudara, secepat itu berubah menjadi peluru yang dengan sangat cepat menembus ke dalam tubuhku, tepat di hati. Dan membuatku tak berdaya untuk melakukan apa-apa.

Tak ada lagi bintang. Tak ada lagi matahari. Bahkan bumi tempatku berpijak pun seolah ingin pergi menjauh dariku. Sungai yang mengalir di bawah kedua mataku, berubah menjadi badai di tengah samudera. Ah… siapa yang peduli? Aku tak ingin mereka peduli dengan keadaanku. Aku hanya ingin mereka mengerti.

Lautan dalam jiwa yang di penuhi dengan kepedihan, tak akan secepat kilat hilang begitu saja si telan waktu. Sakit ini abadi. Dan andai aku bisa merubah makna dari kata sakit abadi itu, aku akan merubahnya menjadi : sakit yang abadi itu adalah sakit yang dirasakan sementara.

Cita-citaku adalah membuat orang yang menyayangiku bangga padaku. Dan membuat orang yang membenciku kagum padaku. Aku adalah bintang. Tapi perlu beberapa waktu untuk membuatku bercahaya.

Akan ku jadikan sakit ini sebagai permulaan untuk melangkah maju ke depan. Tak mengingat lagi sakit yang kurasakan. Sakit ini adalah pendorong roda kehidupanku. Setiap  kedipan mataku adalah harga yang perlu dibayar dengan belajar untuk meraih sukses di hari esok.

Aku yakin mereka yang hanya mendapat pujian tanpa ujian tak pernah berpikir untuk menghargai waktu. Tak pernah berusaha untuk hidup lebih maju.

Berjuta terima kasih ku sampaikan pada mereka yang telah memberikan aku sakit. Karena berkat mereka, aku berubah menjadi seseorang yang lebih berarti.
***
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review