Senin, 16 November 2015
Minggu, 26 April 2015
Mengertilah....
Darimana
harus ku mulai? Darimana?
Sakit
ini… Luka ini…Kenapa?? Kenapa??
Untuk
aku yang kesekian kalinya? Kenapa harus ada? Kenapa??
Untuk
cinta. Entah kenapa? Kenapa??
Untuk
kamu… Tahukah kamu??
Sanggupkah?
Sanggupkah kamu mengerti tanpa harus aku jelaskan??
Mengertikah??
Kenapa???
Untuk
air mata yang mencair… Kenapa??
Banyak
yang ingin aku katakan… Tapi darimana harus aku mulai??
Pernahkah
kamu merasakannya? Rasa sakit ini?
Oh
Tuhan… Aku kenapa?? Kenapa aku??
Perasaan
ini… Kenapa??
Untuk
luka… Jangan sakiti aku…
Untuk
kamu… Kenapa???
Untuk
kamu… Mengertikah aku?
Untuk
kamu… Aku butuh kamu… Sembuhkan aku…
Untuk
kamu… Mengertilah…
Aku sayang kamu,, aku takut menyakitimu...
Aku sayang kamu,, aku takut menyakitimu...
Rabu, 08 April 2015
Ow... Ow...
Mmmuuu…. :*
I Miss You… I Miss You… I Miss You…
I Miss You… I Miss You… I Miss You… I Miss You… I Miss You… I Miss You… I Miss You…
I Miss You… I Miss You…
Rindu… Rindu… Rindu… Rindu…
Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu… Rindu…
Rindu… Rindu…
Aku rindu kamuuu…
Aaaaah…. Aku menunggu… Aku
menunggu… Aku menunggu… Aku selalu menunggumuuu…
Kapan bertemu?? Kapan bertemu??
Kapan bertemuuu???
Peluk aku… Peluk aku… Peluk aku…
Peluk aku… Peluk akuuu…
Cium aku… Cium aku… Cium aku…
Cium aku… Cium akuuu…
Ow… Ow… Ow…
Aku kena virus... Virus… Virus…
Virus…
Duh… Kamuuuu….!!!
Aylopyu… Lopyu… Lopyu… Lopyu… Lopyuuu…
Mmmmuuuu :*
FAIZAL HAMZAH :* :* :*
Selasa, 07 April 2015
Tersenyumlah Untukku
30
Maret 2015
Aku
melihat senyummu dalam mimpi, tapi aku abaikan. Aku terbangun. Penyesalan yang
aku rasakan ketika aku terbangun dari mimpiku. Ingin mengulang kembali mimpi
yang baru saja terjadi dalam tidurku dan membalas senyummu yang jelas ditujukan
hanya untuk aku. Kulanjutkan tidurku, berharap mimpi yang sama akan hadir lagi.
Tapi setelah aku dihadapkan pada kenyataan yang ada dalam mimpi, ternyata mimpi
indah tak pernah datang dua kali dalam waktu yang sama. Aku mimpi buruk.
Dunia
yang gelap perlahan berubah menjadi terang. Pagi datang. Bersama cahaya yang
seperti biasa selalu dia bawa. Aku lupakan mimpi yang datang tadi malam. Meskipun
berat, ku coba tersenyum pada pagi, tapi pagi tak menyambut senyumku, seakan
pagi tahu dengan ketidaktulusan bibirku yang dipaksa oleh pemiliknya untuk
mengembang.
Ada
apa dengan aku?
Menunggu
waktu. Satu menit terasa seakan waktu dipenjarakan pada keabadian ketika aku
menunggumu untuk datang. Waktu berhenti untuk beberapa saat.
Setelah
keabadian pada menit meninggalkan waktu, akhirnya waktu datang membawa sesosok
manusia sejuta keindahan. Tersenyum padaku. Tapi tak sama dengan senyum yang kulihat
dalam mimpiku. Ada yang berbeda.
Aku
berusaha untuk bersikap seperti biasa. Mencoba tersenyum. Tapi ternyata rasa
sedih yang entah kenapa ada dalam hatiku tak bisa aku sembunyikan. Kenapa aku?
Berjalan
berdampingan meski tidak berpegangan tangan. Bertatapan muka meski tidak saling
menatap mata. Menyembunyikan rasa perih dalam dada yang masih tidak aku ketahui
alasannya. Aku merasa tak biasa.
Ku
geretakkan gigiku. Ku kepalkan tanganku. Ku lihat langit dan berusaha tak
mengedipkan kelopak mataku. Kulakukan banyak cara untuk menjaga air mata agar
tidak kuteteskan. Semua kulakukan agar aku bisa menahan tangis. Tapi semua
sia-sia. Perlahan tenggorokanku sakit. Dan air mata jatuh tanpa bisa aku
bendung. Cengeng…
Aku
melihat ke arahmu. Tapi kamu seakan tak peduli dengan apa yang terjadi padaku. Hari
ini aku kehilangan senyumku. Bersamaan dengan senyummu yang juga ikut
menghilang.
Jika
aku diberi kesempatan untuk membuat permohonan di tanggal 30 ini, aku hanya
akan memohon untuk tidak kehilangan senyummu. Jadi aku mohon.... tersenyumlah
untukku.
Selasa, 24 Februari 2015
Waktu
Meski
hidup kadang lupa memberi keindahan, tapi waktu akan tetap berjalan. Meski hidup
kadang membenci waktu, tapi hari akan tetap berlalu. Ada yang tak bisa hidup
lakukan… mengendalikan waktu. Sepertinya hidup lupa belajar tentang hal itu.
Banyak
hal yang ingin aku lakukan, tapi aku masih terperangkap di dalam ruang yang
entah harus aku beri nama apa ruang ini, aku disini,, entah apa yang aku
nantikan. Mungkin pertemuan, sesuatu yang kadang menjadikan aku sebagai makhluk
yang egois. Harusnya aku berlari mengejar waktu, agar waktu segera menghampiriku.
Tapi aku takut. Karena jika aku berlari sepertinya akan ada banyak hal indah
yang akan terlewati.
Apa
yang terjadi di sampingku? Aku tak peduli. Karena arah pandanganku akan selalu melihat
ke sana, ke tempat dimana aku akan berhenti mencari waktu. Ke tempat dimana yang
menantikan aku menunggu. Apa yang orang lain pikirkan tentang aku? Aku tak
peduli. Karena padaku pun tak pernah ada yang peduli.
Untuk
apa aku mencari waktu? Untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaanku. Tentang
mimpi, cita-cita, cinta, dan segala tentang hidup. Karena orang bilang waktu akan
mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi aku meragukan waktu,
karena akan mampukah waktu menjawab pertanyaanku tentang keadilan yang mungkin
tak hanya aku yang ingin tahu jawabannya. Benarkah waktu kadang bertindak tak
adil terhadap keadaan? Siapa sebenarnya yang tidak adil? Waktukah? Ataukah
keadaan? Tapi aku mendengar banyak orang yang menyalahkan Tuhan mengenai
keadilan. Tapi aku rasa itu bukan jawabannya.
Teruntuk
waktu…
Aku
ingin memperbaiki masa lalu.
Tapi
sepertinya itu mustahil…
Kalau
begitu… Masa depan… Cepatlah datang padaku…
Selasa, 13 Januari 2015
Khayalan, Cita-Cita, dan Kenyataan
Ada
banyak hal di dunia ini. Tapi semuanya dipisahkan menjadi beberapa bab tentang
kehidupan. Ada yang disebut dengan khayalan, cita-cita, dan kenyataan.
Khayalan
Khayalan
adalah segala sesuatu yang diproses di dalam pikiran seseorang yang
menghasilkan gambaran-gambaran kehidupan yang terlihat seperti nyata namun
hanya ada dan terlihat dalam pikiran seseorang. Orang lain tak akan pernah tahu
apa yang ada di dalam alam khayal seseorang. Karena khayalan bersifat rahasia.
Seseorang
bisa terbang tanpa melebarkan sayapnya. Seseorang bisa berlari tanpa
menggunakan kakinya. Dan lain sebagainya.
Setiap
orang punya daya khayalnya masing-masing. Dan masing-masing orang tersebut
memiliki kemampuan mengkhayal berbeda-beda tergantung dari seberapa banyak
orang tersebut menempatkan dirinya dalam keadaan sendiri. Karena menurut penelitian
seorang pengkhayal yang belum diketahui tentang kebenarannya seseorang yang
sering menyendiri adalah orang yang paling banyak mengkhayal dibandingkan
dengan orang yang selalu berada di lingkungan yang ramai.
Cita-cita
Cita-cita
adalah keinginan yang ingin dicapai oleh seseorang. Setiap orang memliki
cita-cita yang berbeda. Ada orang yang berusaha keras demi mencapai cita-citanya,
ada juga orang yang hanya memiliki keinginan dalam dirinya untuk mencapai cita-citanya,
tapi tidak pernah mewujudkannya dalm aksi nyata di kehidupan sehari-hari.
Tidak
banyak orang yang memliki cita-cita ingin terbang tapi kerjaannya hanya tidur. Itu
adalah contoh dari cita-cita yang dikhayalkan. Tak ada yang salah dengan itu,
tapi jika ingin mencapai cita-cita, seseorang harus berusaha, karena di dunia ini tidak ada yang
instan. Karena bagaimana pun yang disebut instan itu harus melalui proses terlebih
dahulu. Contohnya, ada yang disebut dengan mie instan, sekalipun disebut
instan, kita tidak bisa langsung memakannya, karena harus dilakukan proses
memasak sebelum memakan mie tersebut. Atau kalaupun beli, kita harus menuju
tempat dimana mie tersenut berada. Dengan begitu, tidak ada yang disebut instan
kan?
Jadi
kesimpulannya adalah bahwa cita-cita adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang
yang memiliki keinginan.
Kenyataan
Kenyataan
adalah wujud nyata dari khayalan, yang tentunya ada di dalam dunia yang nyata.
Bisa dilihat oleh keadaan tidak sadar sekalipun. Kenyataan bersifat umum.
Karena sifatnya yang umum inilah banyak orang yang tidak menerima dengan
kenyataan yang ada. Penolakan terhadap kenyataan ini disebabkan oleh keadaan
yang terbalik atau tidak sesuai dengan khayalan dan cita-cita.
Untuk
dapat menerima kenyataan, maka seseorang harus menggunakan daya khayalnya
dengan sebaik mungkin. Seseorang yang banyak menghasbiskan waktunya dengan
berkhayal cenderung sering tidak menerima kenyataan yang terjadi.
Khayalan,
Cita-cita, dan Kenyataan
Tak
dapat dipungkiri. Khayalan, cita-cita, dan kenyatan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan.
Dan
itulah sekilas tentang sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan versi
pengkhayal. Sepertinya penjelasan di atas adalah sesuatu yang akan menimbulkan
konflik antara pengkhayal dengan orang sadar. Sebaiknya diabaikan saja. Dan
untuk yang terlanjur membaca, tinggalkan pesan berupa komentar yang diharapkan
akan menyadarkan para pengkhayal yang sering tidak menerima kenyataan.
Terima
Kasih… :v
Langganan:
Postingan (Atom)