Sabtu, 31 Mei 2014

Nyatakah Rasamu?

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 07.01.00 0 komentar
Seperti biasa. Bangun pagi, ke air, buka laptop, online :D … Seperti inikah kehidupan seorang pelajar malas seperti aku? Ya memang benar seperti ini.

Setiap pagi, matahari menyapa dengan terangnya, malam yang gelap dikalahkan oleh cahaya yang tiada bandingnya. Bukan. Bukan tiada banding! Ada cahaya yang lebih terang dibandingkan dengan cahaya matahari. Pancaran cahaya cinta dan kasih sayang! Ya… itu benar. Cinta dan kasih sayang mampu membunuh kegelapan yang ada dalam jiwa. Benarkah? #mungkin …

Hidup ini benar-benar lingkaran obak nyamuk, teman! Karena kalau disebut roda, aku gak pernah mengalami kejadian yang sama dengan keadaan yang sama, serta suasana hati yang sama pula!

Aku belum pernah ngebayangin ini akan terjadi. Aku cinta pada makhluk Tuhan bernama manusia yang gak pernah sekali pun aku lihat bayangannya. Bukan! Bukan gak pernah, lebih tepatnya belum pernah. Karena mungkin suatu hari nanti aku akan pernah! :D haha

Manusia yang hanya punya satu jantung seperti aku juga ternyata bisa jatuh cinta! Cinta ini hanya ilusi? Bukan. Cinta ini nyata! Sekarang aku mengerti apa itu cinta. Ya… mengerti, bukan hanya mengetahui! Kalau ditanya apa itu cinta? Nggak, aku gak tahu, aku hanya mengerti.

Aku tahu. Yang namanya maya lebih kejam dari yang namanya nyata. Tapi cinta ini adalah nyata, meski hanya ditampilkan di alam maya. Untuk pertama kalinya aku percaya dunia maya mampu membuatku bahagia. Bukan, bukan dunia maya. Tapi kamu yang membuatku bahagia.

Akan ada hari dimana cinta menjadi pelupa. Dimana cinta lupa memberi bahagia. Tapi aku percaya, cinta akan selalu mampu membuatku bahagia meski dia lupa. Lupa cara memberikan kebahagiaan. Aku percaya karena hatiku bilang begitu.

Kamu… Untuk pertama kalinya aku mengerti pada kalimat “Kau jadi inspirasiku”. Memang benar kamu.. Ya kamu… Kamu menjadi inspirasi untuk manusia bodoh seperti aku. Bukan. Bukan bodoh, hanya belum pintar :D

Yang masih belum aku pahami, tentang kenyataan yang berbanding lurus dengan kebohongan. Nyatakah? Bohongkah? Nggak, gak bohong. Aku percaya. Aku percaya sama kamu tentang perasaan itu. Perasaan apa?

Kamu… Cintakah? Sayangkah? Atau ada sesuatu yang bersembunyi dibalik cinta?
Yang jelas aku cinta. Aku cinta pada keberanian cinta. Bukan. Aku cinta kamu. Bagaimana dengan kamu? Nyatakah rasamu?

Kamis, 29 Mei 2014

Cinta "Berbanding Lurus dengan Gila"

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 03.51.00 0 komentar
Sepertinya gue emang bener-bener udah gila deh guys. Gak tahu juga gue gila karena apa. Ada yang bilang cinta itu membuat otak normal menjadi annormal. Bingung juga gue. Tapi rasanya hal ini gue alamin sekarang. Otak normal gue jadi gak normal. Gila! Cinta. Apa sih cinta? Waktu itu gue yang ngartiin apa itu cinta, tapi kali ini gue rasain kok cinta kayak gini ya? Gila. Bener-bener gila deh gue. Tapi rasa-rasanya bener juga kata Andrea Hirata kalo cinta itu berbanding lurus dengan gila.

Kata orang cinta gak perlu di ungkapkan. Tapi sumpah deh, gue gak kuat! Beneran. Cius!!!! Gue gak peduli dia cinta juga ke gue atau enggak, yang penting gue udah tenang sekarang. Hah tenang? Tenang kenapa coba? Gatau ah.

Perasaan dari dulu gue cuman bisa nulis cinta mulu deh kayaknya. Ah gak gaul sih gue mah. Gaulnya cuman sama perasaan doang. Yang dipikirin cuman hati. Lama-lama sarapan juga sama hati, makan siang juga hati, makan malam juga hati. Oh no no no, gue gak mau makan hati.

Hari ini gue malu bangeuuuut… Aaah kesel kesel kesel.. malu!! Malu-maluin sih tepatnya. Malu-maluin hati. Males cerita ah, lagian gue lagi ngantuk.

Daaaahhh,, see you :D

*haha yang bener, gitu doang?
Iya, bener, gitu aja.

Quotes:
-         Sebuah cinta memang harus diungkapkan, karena tidak pernah ada cinta yang disembunyikan, kecuali oleh seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri. (5 cm)
-          Cinta ada untuk cinta itu sendiri, bukan untuk dimiliki. Cinta memang ada untuk dicintai dan diungkapkan sebagai sebuah jembatan baru ke pelajaran-pelajaran kehidupan manusia selanjutnya. Cinta yang akan membuat manusia lebih mengerti siapa dirinya dan siapa penciptanya. (5 cm)
-          Aku gak peduli meskipun kamu adalah iblis yang bersembunyi dibalik topeng malaikat. Aku ingin bersamamu karena aku mencintaimu.
-          Cinta, bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, tapi pasti berbandung lurus dengan gila. (Sang Pemimpi)
-          Aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani. (5 cm)
-          Racun terindah dari cinta adalah imajinasi. (Maryamah Karpov)
-          Kamu itu malaikat aku, tapi kamu pelupa, kamu lupa gak pakai sayapmu. (Mika)
-          KEAJAIBAN ADALAH NAMA LAIN DARI KERJA KERAS. (To The Beautiful You)

Sabtu, 24 Mei 2014

Lukisan Hati "Dalam Diam"

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 19.51.00 0 komentar
Hari yang aku jalani memang seperti ini. Tak pernah ada yang mau peduli, dan rasanya akan selalu seperti ini. Menatap dunia dalam keheningan. Mengharap kebahagian dalam kesepian. Menginginkan pujaan dalam diam. Siapa yang mau peduli? Bahkan diri sendiri pun kurang mengerti apa maksud dari hati.

Tak mengertikah engkau wahai angin? Kau memang tak bisa aku lihat, namun hadirmu selalu aku rasakan. Tak mengertikah engkau wahai hujan? Kau memang datang untuk menghilangkan kegersangan, namun aku tetap merasa haus akan air yang kau berikan. Tak mengertikah engkau wahai nada? Aku memang tak pernah menikmati indahnya suara, namun melodimu selalu aku dengar. Tak mengertikah engkau wahai pujaan?

Jika suatu hari nanti kau lelah, pergilah sesukamu. Raihlah bahagiamu. Jika suatu hari kau merasa sepi, tengoklah aku. Datanglah padaku. Selalu aku disini, hadir untuk memberimu keindahan. Meski takkan seindah cintanya matahari pada pemilik siang, meski takkan seindah cintanya bintang dan bulan pada pemilik malam.

Aku adalah pengejar mimpi yang tak tahu bagaimana cara untuk mengejar mimpi. Aku adalah air yang tak tahu bagaimana cara menghidupkan. Aku adalah mentari yang tak tahu bagaimana cara untuk menjadi terang. Aku adalah bintang yang tak tahu bagaimana cara untuk menjadi keindahan di langit malam. Aku adalah pelangi yang tak tahu bagaimana cara untuk menjadi keindahan bagi para pemilik siang.

Saat aku berkaca pada jendela masa, aku semakin merasa bagian paling kecil di antara milyaran nyawa yang tersebar di alam raya. Aku semakin merasa menjadi sesuatu yang tak pernah terlihat keberadaannya.

Hanya untuk satu bintang di antara jutaan milyar bintang. Hanya untuk setetes air diantara seluruh mata air. Hanya untuk sebuah pasir diantara keseluruhan jumlah pasir di jagat raya. Hanya untuk satu mimpi. Hanya untuk satu nyawa di dalam pemilik raga. Cinta ini aku berikan. Meski tak sesempurna cinta yang semestinya.

Maafkan aku wahai pemilik keindahan. Terlalu berani diriku karena mencintaimu dalam hati. Maafkan aku wahai engkau sang pujaan, karena mencintaimu dalam diam.

Kamis, 22 Mei 2014

Galaksi Cinta

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 20.02.00 0 komentar
Menatap langit meski tak ada bintang. Menghitung hari meski tak sama dengan hati.
Jika waktu adalah bintang, takkan ada lagi kesendirian di antara milyaran cahaya.

Ada apa dengan galaksi yang ada pada hatiku?

Aku bersembunyi dalam sepi. Aku bermimpi dalam sunyi. Aku berangan dalam diam. Aku berharap dalam gelap. Apa yang aku cari? Aku tak tahu. Mungkin inilah kegalauan yang sesungguhnya.

Hanya perlu satu bintang untuk mengisi galaksi cinta. Hanya bisa dilihat dengan mata hati.
Ada apa dengan galaksi? Jawabannya adalah misteri, karena banyak hal dalam hidup yang harus tetap jadi misteri.

Bagaimana dengan cinta? Cinta adalah keberanian, dan racun terindah dari cinta adalah imajinasi. Meski arusnya tak pernah mengalir dengan tenang.

Terlalu banyak kata yang harus aku ungkapkan. Hingga aku bingung darimana harus memulai. Untuk apa mendustai nurani? Semua memang jelas terlihat, hanya aku yang kurang mampu menyadari. Seperti mendustai cahaya dengan berkata terangmu berasal dari gelap. Seperti mendustai malam dengan berkata gelapmu berasal dari terang.

Seperti air mata. Dari mana datangnya air yang keluar dari mata? Itu bisa dijelaskan dengan rasionalitas ilmiah. Dan aku percaya karena mereka bilang seperti itu.

Cinta. Darimana datangnya cinta? Bagaimana mungkin seseorang mampu mengatakan cinta? Bagaimana mungkin seseorang tahu bahwa itu cinta? Siapa yang mengajarkan cinta pada mereka? Bisa jadi yang dirasakan itu bukan cinta. Bisa jadi benci yang berbanding lurus dengan cinta.

Aku tak tahu apa yang sebenarnya yang dialami oleh hati. Inikah cinta itu? Atau mungkin inilah benci yang artinya jelas sama dengan cinta. Entahlah. Waktu akan berlalu. Tapi akankah bagian dari galaksi ini akan terus berlanjut tanpa bersambung? Atau justru akan musnah seiring dengan berjalannya waktu?

Salah satu pengisi galaksi adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang berfungsi untuk menyembunyikan misteri terdalam dari kehidupan.

Mungkin benar, ku mencintaimu!

Selasa, 20 Mei 2014

Ada Band ~ Akal Sehat

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 21.57.00 0 komentar
Dulu ku mencintaimu
Terasa bahagia
Namun kau hilang tanpa jejak
Membuat bertanya
Apa salah diriku

Hapus memori itu
Tak semudah dibayangkan
Bagai hantu di siang malam
Mendera batinku

Bayang dirimu Begitu merasuk kalbu

Reff:

Akal sehat ku berhenti
Kala menatap indah matamu
Hingga melumpuhkan jiwa
Kau mencuri perhatian dan sayangku
Takkan lagi ku pungkiri semua

Saat kucoba tegar
Hadirmu kembali
Ada dera di sekujur tubuh
Lelah tuk berpikir
Sakit ku melihatnya

Bawa sejuta maaf
Entah dari hati
Letakkan janji sekali lagi
Di atas segalanya

Akankah ini
Hanya pelarian tanpa ujung

Repeat Reff [3x]

Aku memang cinta padamu
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review