Dimana
kita
berada? Di dalam jarak…
Dimana
kamu
berada? Di dalam ingatan…
Dimana
aku
berada? Di dalam rindu…
Hari
ini rindu bercerita. Entah apa yang rindu katakan kepadaku. Samar aku dengar
suara rindu. Tapi putihnya begitu jelas aku rasakan. Tersadar. Aku melihatmu di
udara, membawa hati bersama musik pengalun sepi. Semua terjadi, karena rindu
sudah kujadikan teman ketika sendiri.
Ku
pejamkan mataku, mengingat waktu yang telah lalu. Membangkitkan memori yang
tersimpan di dasar hati. Tentang mimpi dengan sejuta arti. Tentang nyata dengan
sejuta cerita. Tentang kamu… tentang masa dimana aku temukan cinta dengan
sejuta rasa.
Aku
mencintaimu, meski waktu kadang membuatku lupa untuk pertanyaan kenapa cinta
itu ada. Aku menyayangimu, meski waktu juga kadang membuatku lupa untuk
pertanyaan kenapa sayang itu ada. Aku merindukanmu, dan waktu membuatku sadar
bahwa akan selalu ada rindu ketika cinta dan kasih sayang itu ada.
Aku
ingat ketika pertama kali kita bertegur sapa lewat kata. Aku ingat ketika pertama
kali rasa ini mengetuk-ngetuk dinding hati. Kemudian aku abaikan, tapi
ketukannya semakin keras aku rasakan hingga aku tak sanggup lagi untuk menahan.
Aku ingat ketika pertama kali cinta ini bercerita. Aku ingat ketika
mengharapkan impian menjadi nyata. Aku ingat…
Waktu
yang telah kita lalui terasa begitu singkat. Tapi waktu yang akan kita jalani
untuk saat-saat bertemu dirasa begitu panjang. Dan aku menunggu waktu dengan
segala bayang tentang kamu.
Aku…
Kamu…
Jarak…
Waktu…
Rindu…
Itulah
kenapa cinta yang aku rasa begitu sempurna.