Jumat, 31 Oktober 2014

Jarak... Waktu... Rindu...

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 07.18.00 0 komentar
Dimana kita berada? Di dalam jarak
Dimana kamu berada? Di dalam ingatan
Dimana aku berada? Di dalam rindu

Hari ini rindu bercerita. Entah apa yang rindu katakan kepadaku. Samar aku dengar suara rindu. Tapi putihnya begitu jelas aku rasakan. Tersadar. Aku melihatmu di udara, membawa hati bersama musik pengalun sepi. Semua terjadi, karena rindu sudah kujadikan teman ketika sendiri.

Ku pejamkan mataku, mengingat waktu yang telah lalu. Membangkitkan memori yang tersimpan di dasar hati. Tentang mimpi dengan sejuta arti. Tentang nyata dengan sejuta cerita. Tentang kamu… tentang masa dimana aku temukan cinta dengan sejuta rasa.

Aku mencintaimu, meski waktu kadang membuatku lupa untuk pertanyaan kenapa cinta itu ada. Aku menyayangimu, meski waktu juga kadang membuatku lupa untuk pertanyaan kenapa sayang itu ada. Aku merindukanmu, dan waktu membuatku sadar bahwa akan selalu ada rindu ketika cinta dan kasih sayang itu ada.

Aku ingat ketika pertama kali kita bertegur sapa lewat kata. Aku ingat ketika pertama kali rasa ini mengetuk-ngetuk dinding hati. Kemudian aku abaikan, tapi ketukannya semakin keras aku rasakan hingga aku tak sanggup lagi untuk menahan. Aku ingat ketika pertama kali cinta ini bercerita. Aku ingat ketika mengharapkan impian menjadi nyata. Aku ingat…

Waktu yang telah kita lalui terasa begitu singkat. Tapi waktu yang akan kita jalani untuk saat-saat bertemu dirasa begitu panjang. Dan aku menunggu waktu dengan segala bayang tentang kamu.

Aku…
Kamu…
Jarak…
Waktu…
Rindu…

Itulah kenapa cinta yang aku rasa begitu sempurna.

Minggu, 26 Oktober 2014

Kamu Selalu Disini... Dihatiku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 15.56.00 0 komentar
Jika memang manusia itu bisa terbang. Maka aku telah merasakannya. Kamu mengajakku terbang, melayang, menembus pelangi, melewati langit. Kamu menunjukkan cahaya terang ketika gelap. Jika memang surga itu ada. Maka aku telah pergi ke sana, bersamamu. Indah.. Kenapa seindah itu?

Jantungku berdetak lebih kencang, tak seperti biasa.. Aku tahu ini adalah rindu. Hatiku memanggil-manggil namamu, menyanyikan nyanyian rindu. Aku terperangkap di dalam ruang ini, ruang bernama rindu. Ruang yang dipenuhi oleh keindahan dan diterangi oleh cahaya kasih sayang.

Seperti inikah rasanya? Aku miliki sebuah rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Sebuah rasa yang terlalu indah untuk aku miliki, tepatnya untuk makhluk seperti aku. Aku hanya tak pernah menyangka, akan menyayangimu begitu dalam seperti ini. Teramat sangat sayang. Dosakah aku, Tuhan?

Ketika aku pejamkan mata ini. Aku melihat bayanganmu. Bayanganmu terlihat begitu nyata. Kupejamkan mataku hingga aku terlelap dalam tidurku. Aku memimpikan tentang kamu. Tak ada mimpi buruk selama ada kamu. Sayang, kenapa kamu begitu indah?

Aku meneguk sedikit air dari cinta. Tapi apa yang terjadi? Aku ketagihan… Itu menjadi candu bagiku. Cinta… Sebuah perasaan yang sedikit berbeda dengan sayang, yang menurutku perbedaannya tak pernah terlihat. Tapi mungkin aku merasakan keduanya. Aku mencintai keindahanmu. Dan aku menyayangi segala yang ada padamu.

Aku sayang kamu. Aku tak pernah bosan untuk mengatakan itu padamu. Meski aku tahu kata itu tak perlu sering untuk diungkapkan. Mungkin kedengarannya sangat berlebihan, tapi sungguh,,, hatiku selalu berkata demikian.. Aku sayang kamu.. Sangat sayang…

<<< faizal hamzah >>>

Senin, 06 Oktober 2014

Rindu

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.03.00 0 komentar
Pernah melihat wajahmu sebelum aku bertemu denganmu. Pernah melihat senyum mu sebelum aku melihat wajahmu. Ini memang nyata. Kamu memang nyata. Kenyataan yang pernah aku mimpikan. Impian yang pernah ada.

Tak pernah aku sangka menjadi sedekat ini. Kamu yang tak pernah ada sebelumnya menjadi kamu yang selalu ada. Ada bersama setiap detak jantungku. Ada bersama setiap hembusan nafasku. Ada bersama setiap aliran darahku. Ada bersama setiap kedipan mataku. Ada di dalam hatiku. Dan sering kali melintasi kesadaranku, masuk ke dalam mimpiku. Ya… itulah kamu. Kamu yang selalu ada bersamaku.

Melihat wajahmu. Menatap matamu. Menikmati senyummu. Terima kasih… untuk keindahan yang kamu berikan pada duniaku.

Dan kini sayang… aku merindukanmu. Aku rindu ketika matamu menatap mataku. Aku rindu ketika kamu memberikan senyum untukku. Aku rindu ketika tanganmu menggenggam erat tanganku. Aku rindu ketika kamu memeluk tubuhku. Aku rindu ketika nafasmu dan nafasku menjadi satu. Aku rindu ketika detak jantungmu menyatu dengan detak jantungku. Aku rindu ketika bibirmu menyentuh bibirku. Iya… aku merindukanmu.

Harusnya kamu dengar ketika hatiku memanggil namamu. Rindu ini memang tak pernah membuatku tersiksa. Tapi sayang… rinduku padamu memenjarakan aku. Tak ada satupun yang ingin aku lakukan ketika aku merindukanmu. Rindu ini terlalu indah. Maka tak perlu aku usir dengan melakukan sesuatu yang membuat rindu ini terabaikan, walau hanya untuk sejenak.

Kunikmati rindu yang datang ke setiap detik dalam waktuku. Kunikmati bayanganmu yang melintas di lamunanku. Kunikmati hari selama aku berada dalam rindu. Selama rindu ini adalah milikmu.

Aku… yang rindu kamu :* :* :*
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review