Pucuk
yang lahir sebelum fajar. Mati sebelum senja. Bertangkai kasih dan sayang.
Berakar kebahagiaan. Nyawanya adalah cinta. Duduk di atas bunga bermahkota
rasa. Disirami air rindu. Pembasuh sepi. Penghancur sunyi. Luka terkubur di
kedalaman samudera. Samudera jiwa.
Setan-setan
kecil menjelma menjadi malaikat-malaikat yang tak punyai rupa. Sayap-sayap
benci sudah tak peduli dengan kata yang penuh dengan caci. Demi masa yang
mengabaikan rasa. Kulihat siksa yang menyerupai cinta. Terasing di dalam
keramaian. Gundah di dalam kedamaian. Berdiri di atas duri. Bertahan di atas
harapan. Menatap kekosongan. Memandang kesunyian.
Ketika
maki meneriakan kata yang tak berarti, sepi menjawab dengan satu bunyi sejuta
arti. Pada pemilik sepi, maki bersumpah tentang janji yang abadi.
Bersamamu
kasih… Tak ada iblis yang bersembunyi dibalik topeng malaikat. Karena kamu
malaikatku. Tak ada sayap yang tercipta dari potongan benci. Karena kamu sayapku.
Membawaku terbang melihat indahnya duniamu. Tak ada raga yang merasa sunyi. Karena
kamu selalu bersama di dalam hatiku. Menemani dalam setiap langkah di hidupku. Dan
hadir disetiap mimpi indahku.
Bersamaku
kasih… Jadilah kamu sosok yang tak kenal dengan sepi atau pun sunyi. Karena aku
selalu ada disini. Hidup bersama bayanganmu. Dan kalaupun mati, biarkan aku
mati di kedalaman hatimu.
Raih
tanganku. Rangkul aku. Dengarkan detak jantungku. Rasakan getaran rinduku. Hanya
untukmu…
I
LOVE YOU… Mmmmuuuaaaccchhh :*