Jumat, 19 Desember 2014

Bersama Malaikat

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.32.00 0 komentar
Pucuk yang lahir sebelum fajar. Mati sebelum senja. Bertangkai kasih dan sayang. Berakar kebahagiaan. Nyawanya adalah cinta. Duduk di atas bunga bermahkota rasa. Disirami air rindu. Pembasuh sepi. Penghancur sunyi. Luka terkubur di kedalaman samudera. Samudera jiwa.

Setan-setan kecil menjelma menjadi malaikat-malaikat yang tak punyai rupa. Sayap-sayap benci sudah tak peduli dengan kata yang penuh dengan caci. Demi masa yang mengabaikan rasa. Kulihat siksa yang menyerupai cinta. Terasing di dalam keramaian. Gundah di dalam kedamaian. Berdiri di atas duri. Bertahan di atas harapan. Menatap kekosongan. Memandang kesunyian.

Ketika maki meneriakan kata yang tak berarti, sepi menjawab dengan satu bunyi sejuta arti. Pada pemilik sepi, maki bersumpah tentang janji yang abadi.

Bersamamu kasih… Tak ada iblis yang bersembunyi dibalik topeng malaikat. Karena kamu malaikatku. Tak ada sayap yang tercipta dari potongan benci. Karena kamu sayapku. Membawaku terbang melihat indahnya duniamu. Tak ada raga yang merasa sunyi. Karena kamu selalu bersama di dalam hatiku. Menemani dalam setiap langkah di hidupku. Dan hadir disetiap mimpi indahku.

Bersamaku kasih… Jadilah kamu sosok yang tak kenal dengan sepi atau pun sunyi. Karena aku selalu ada disini. Hidup bersama bayanganmu. Dan kalaupun mati, biarkan aku mati di kedalaman hatimu.

Raih tanganku. Rangkul aku. Dengarkan detak jantungku. Rasakan getaran rinduku. Hanya untukmu…

I LOVE YOU… Mmmmuuuaaaccchhh :*
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review