Aku rasa hidup itu adalah tinggal sebelum mati.
Bila kematian adalah satu-satunya cara untuk pergi ke alam keabadian, aku ingin pergi bersama cinta ke alam yang abadi itu.
Catatan ini adalah lukisan tentang cinta. Tentang kita. Ya… kurasa aku dan kamu itu adalah kita.
Di bawah cahaya bulan bersama keindahan bintang kita bersama, meski kebersamaan kita berada di dalam ruang yang berbeda.
Entahlah, tapi aku rasa perbedaan ruang adalah dimensi yang tak pernah berlaku untuk cinta.
Fantasi mimpi selalu menjadi daya untuk aku berpikir bahwa dapat merasakan cinta itu memang sebuah keindahan.
Gambaran mimpi yang aku ciptakan dalam pikiranku selalu berlukisakan tentang cinta. Sungguh, aku tak mengerti. Selalu cinta.
Hidupku memiliki warna yang ku rasa warna itu di dapat dari cinta.
Indahnya hidup ini setelah aku benar-benar sadar bahwa hidup adalah keindahan. Keindahan dari cinta yang aku terima dari hidup yang penuh dengan warna.
Jarum yang menunjukkan waktu terasa cepat berputar mengelilingi angka yang hanya berjumlah 12 itu. Rasa-rasanya memang begitu.
Kadang waktu memang terlalu cepat bagi yang bahagia. Tapi sepertinya bagiku waktu adalah keabadian.
Lantunan nada cinta terasa hangat mendekap jiwaku yang merindukanmu.
Malam ini adalah malam dimana bintang-bintang berdoa untuk para pencinta, semoga selalu ada dalam bahagia.
Nasib adalah bagian dari takdir. Dan kurasa cinta adalah takdir. Sedangkan jarak adalah nasib.
Omegle! Kini aku percaya pada “serendipity”.
Peta yang umumnya dibutuhkan untuk mencari tujuan, itu tak pernah aku miliki. Karena aku sampai pada tujuan dengan bantuan sang pemilik kehidupan. Serendipity.
Quotes-quotes indah tentang cinta adalah gambaran bahwa cinta itu memang indah.
Rasanya memang begitu.
Sampai pada titik yang dinamakan dengan kematian, semua yang bernyawa pasti hidup dalam lingkaran yang bernama cinta, meskipun aku tak tahu seperti apakah bentuk cinta itu.
Tapi aku mengerti tentang hidup yang diwarnai dengan cinta itu sungguh indah.
Untuk kamu yang ada dalam pikiran sadarku, aku mencintaimu. Dan aku katakan aku bahagia karena miliki rasa itu. Apapun yang kamu katakan tentang aku, terserah..
Vampire pun bisa merasakan cinta. Apalagi aku, manusia yang mempunyai jantung yang benar-benar berdetak, dengan darah yang mengalir di dalam tubuhku.
Warna yang menghiasi cinta semoga selalu menjadi warna yang sempurna untuk mewarnai kisah kita.
xxxx (bingung)
Yang kita butuhkan untuk cinta kita adalah kita tinggal percaya. Percaya bahwa cinta adalah keindahan yang akan selalu memberi kebahagiaan dengan warnanya yang akan membuat hati merasakan indahnya kehidupan.
ZzZzZzZzZz (tidur)…….
Minggu, 29 Juni 2014
Sabtu, 28 Juni 2014
Aku Adalah Aku
Biarkan aku hidup di jalanku. Kurasa tak pernah ada yang salah dengan hidupku selama tak ada yang merasa terganggu dengan keberadaanku. Inilah aku. Aku adalah aku. Sekalipun malaikat mencoba mengubah cara pandangku terhadap aku, aku akan tetap menjadi aku. Dan jangan pernah sekalipun mengatur jalanku. Karena bagaimanapun aku akan tetap menjadi aku.
Jika ada yang lebih tinggi dari langit, itu adalah anganku untuk menggapai mimpiku. Jika ada yang lebih besar dari alam, itu adalah rasa bahagiaku (bersamanya). Dan jangan pernah ada yang menghancurkan langit mimpi dan alam bahagiaku.
Jika hidup ini adalah kertas tanpa warna, biarkan aku mewarnai kertas itu dengan warna yang aku suka. Untuk apa kamu sibuk mencari warna untuk mewarnai kertasku? Aku bahagia dengan warna yang aku beri pada hidupku.
Jika cara pandangmu tak sama dengan pandanganku. Tak perlu memaksaku untuk memandang dunia menurut cara pandang mu. Karena aku akan tetap menjadi aku. Sadarlah! Hidup ini adalah perbedaan. Perbedaan itu adalah warna.
Kenapa? Kenapa kamu seperti itu ketika baru saja aku memiliki edelweis? Dan ketika aku masih bersama rafflesia kamu benar-benar tak peduli? Apa maksud dari hidup?
Biarkan aku!! Aku ingin hidup di jalanku. Hidup dalam lingkaran cinta. Karena dengan cinta aku memiliki warna. Kenapa cinta harus dianggap sebagai sebuah dosa? Bukankah cinta adalah warna paling indah yang dimiliki oleh rasa?
Aku? Biarkan aku tetap menjadi aku. Jangan pernah memaksaku untuk hidup di jalan hidupmu. Karena aku adalah aku. Yang hidup dalam lingkaran cinta.
Wahai angin, aku mencintainya, kurasa tak ada yang salah, karena cintaku padanya tak pernah membuatmu tersiksa.
Wahai angin, kamu itu bukan aku. Karena aku… adalah aku.
NB : Pacaran ≠ Kesalahan
Jika ada yang lebih tinggi dari langit, itu adalah anganku untuk menggapai mimpiku. Jika ada yang lebih besar dari alam, itu adalah rasa bahagiaku (bersamanya). Dan jangan pernah ada yang menghancurkan langit mimpi dan alam bahagiaku.
Jika hidup ini adalah kertas tanpa warna, biarkan aku mewarnai kertas itu dengan warna yang aku suka. Untuk apa kamu sibuk mencari warna untuk mewarnai kertasku? Aku bahagia dengan warna yang aku beri pada hidupku.
Jika cara pandangmu tak sama dengan pandanganku. Tak perlu memaksaku untuk memandang dunia menurut cara pandang mu. Karena aku akan tetap menjadi aku. Sadarlah! Hidup ini adalah perbedaan. Perbedaan itu adalah warna.
Kenapa? Kenapa kamu seperti itu ketika baru saja aku memiliki edelweis? Dan ketika aku masih bersama rafflesia kamu benar-benar tak peduli? Apa maksud dari hidup?
Biarkan aku!! Aku ingin hidup di jalanku. Hidup dalam lingkaran cinta. Karena dengan cinta aku memiliki warna. Kenapa cinta harus dianggap sebagai sebuah dosa? Bukankah cinta adalah warna paling indah yang dimiliki oleh rasa?
Aku? Biarkan aku tetap menjadi aku. Jangan pernah memaksaku untuk hidup di jalan hidupmu. Karena aku adalah aku. Yang hidup dalam lingkaran cinta.
Wahai angin, aku mencintainya, kurasa tak ada yang salah, karena cintaku padanya tak pernah membuatmu tersiksa.
Wahai angin, kamu itu bukan aku. Karena aku… adalah aku.
NB : Pacaran ≠ Kesalahan
Kamis, 26 Juni 2014
Ketika Semut Merindu
Aku
adalah semut. Genangan air itu adalah danau. Aku berenang melintasi danau itu. Debu
itu adalah hamparan padang pasir. Aku merasakan kegersangan. Hembusan udara itu
adalah angin yang siap memporak porandakan tempat tinggalku. Aku adalah semut.
Danau
itu berwarna ungu. Pohon-pohon disekelilingnya berwarna putih, pohonnya telah
menua tapi mereka tetap setia. Langit tersenyum melihat semut yang mencoba
melintasi danau. Matahari membakar kulit merahku dan merubah warna kulitku
menjadi pink. Makanan untuk perjalanan panjangku dicuri manusia. Kini aku
kelaparan. Danau ungu itu berubah menjadi lautan cokelat.
Aku
berenang. Aku bertemu seekor kupu-kupu, dia mengajakku terbang. Aku tak mau.
Aku bertemu seekor belalang, dia mengajakku untuk pergi bersama. Aku menolak. Aku
mencari semut terbang itu. Sayapnya membuatku jatuh cinta. Indah. Sayapnya
berwarna biru. Kakinya berwarna putih. Lihat aku! Aku semut.
Aku
adalah manusia. Danau itu adalah genangan air. Aku menyapu genangan itu.
Hamparan padang pasir itu adalah debu. Aku tiup debu itu. Angin itu adalah
kesejukan bagiku. Kemarilah angin, aku ingin merasakan kesejukan. Aku adalah
manusia.
Genangan
air itu berwarna bening. Rumput-rumput disekelilingnya aku injak. Langit
tertawa melihat ulahku. Matahari menyengat hariku dan merubah warna kulitku
menjadi hitam. Makananku dimakan semut. Aku beli lagi. Genangan air itu berubah
menjadi permukaan tanah sedikit basah.
Aku
injak. Aku melihat pesawat mendarat, mengajakku terbang. Aku tak mau. Aku
bertemu teman, dia mengajakku pergi. Aku menolak. Aku menunggu manusia bersayap
itu. Malaikat. Sayapnya penuh dengan pesona. Berwarna putih. Lihat aku! Aku
manusia.
Untuk
apa peduli pada semut? Untuk apa mempedulikan manusia? Aku hanya semut yang
berubah menjadi manusia. Aku semut berhati manusia. Aku peduli pada manusia. Semut
merindukan malaikat yang terlihat seperti manusia!
Rabu, 25 Juni 2014
Oyasumi~~~ :)
Aku suka gambarnya ... hehe
Selamat tidur~mmm....oyasumi~~~ (hehe)
Maaf, karena aku selalu maksa kamu buat masuk ke dalam mimpiku ;)
Jumat, 20 Juni 2014
Aku + Kamu = Kita || Kita = *Sama
Menari
lagi di atas keyboard.
Kita
hidup di ruang yang sama. Dalam dimensi yang sama. Menatap langit yang sama.
Menginjak bumi yang sama. Diterangi oleh matahari yang sama. Cahaya bulan yang
sama. Dengan taburan bintang yang sama pula. Jadi kurasa untuk apa kita merasa beda
sedangkan kita selalu sama.
Kita
masih sama merasakan bahwa es itu dingin dan api itu panas. Kita masih berpikir
sama bahwa kalau haus itu perlu minum dan kalau lapar itu perlu makan. Kita
masih sama mengalami keadaan jika malam itu gelap dan jika siang itu terang.
Kita pun masih merasakan bahwa cahaya matahari itu hangat dan air hujan itu
dingin. Betapa banyaknya persamaan antara kita. Walaupun kutahu semua makhluk
mengalami hal yang sama seperti kita. Tapi tulisan ini untukmu, maka aku
beritahukan pada semua bahwa hanya aku dan kamu yang mengalami persamaan itu.
Aku
berusaha mencintai hidup. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa
mencintai keadaan. Aku berusaha mencintai keadaan. Dan kupikir itulah salah
satu cara untuk bisa mencintai kenyataan. Aku berusaha mencintai kenyataan. Dan
kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai waktu. Aku berusaha mencintai
waktu. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai indahnya
kebersamaan. Aku berusaha mencintai indahnya kebersamaan. Dan kupikir itulah
salah satu cara untuk mencintai pemberian Tuhan. Dan aku coba mencintai
segalanya agar aku selalu ada untuk mencintai hidup dalam keadaan yang ada
dalam kenyataan ketika waktu menunjukkan indahnya kebahagiaan bahwa aku bahagia
bisa mencintai apa yang telah Tuhan berikan pada kehidupan.
Jika
kamu pernah berpikir bahwa aku hanya bisa berkata-kata, kamu salah. Karena aku
katakan apa yang dikatakan oleh hati. Jika kamu berpikir aku hanya mempedulikan
hati, kamu juga salah. Karena aku juga peduli pada diri.
Ketika
aku sadar bahwa gula itu rasanya manis, aku bertanya kenapa ada rasa manis.
Ketika aku sadar bahwa garam itu rasanya asin, aku bertanya kenapa ada rasa
asin. Manisnya gula dan asinnya garam adalah miniatur kehidupan yang dirasakan
oleh indera pengecap. Karena yang paling berpengaruh pada kehidupan adalah rasa
manis dan asin yang dirasakan oleh indera perasaan. Apakah indera perasaan itu
ada? Jika semua menyangkalku, tak apa. Karena aku berpendapat bahwa ada indera
perasaan dalam diri setiap makhluk yang diberi nafas kehidupan.
Ada
yang masih belum aku mengerti tentang dua buah kata yang menurut mereka itu
berbeda. Aku belum mengerti untuk apa ada kata yang dinamakan cinta dan sayang?
Apa perbedaan diantara kedua kata itu? Jika yang dirasakan tetap sama seperti
itu untuk apa membedakan antara kata cinta dan sayang? Karena yang aku rasa, walaupun
aku katakan sayang, aku tetap merasakan cinta. Dan walaupun aku katakan cinta,
aku tetap merasakan sayang.
Aku
tahu yang namanya perbedaan itu ada. Bahkan ada dengan jumlah yang lebih banyak
jika dibandingkan dengan persamaan. Tapi kurasa untuk apa menceritakan perbedaan
jika persamaan mampu membuat kita merasakan kebahagiaan.
Ya…
aku bahagia. Jika memang benar kata cinta dan sayang itu berbeda. Maka akan aku
katakan bahwa aku bahagia mencintaimu, dan aku bahagia menyayangimu.
Rabu, 18 Juni 2014
Sadarku || Aku Bukan Bintang
Aku
pernah belajar menjadi kupu-kupu, tapi aku tak bisa terbang. Aku pernah belajar
menjadi bunga, tapi aku tak bisa memberi keindahan. Aku pernah belajar menjadi angin,
tapi aku tak bisa menyejukkan. Aku pernah belajar menjadi matahari, tapi aku
tak bisa bersinar terang. Aku pernah belajar menjadi malam, tapi aku tak bisa
memberikan kedamaian. Dan saat ini aku belajar menjadi bintang, berusaha untuk memberi
keindahan.
Tapi
aku. Aku bukan bintang. Aku hanya mengagumi bintang. Aku kagum pada cahayanya.
Betapa jauhnya mereka. Tapi cahayanya terlihat sampai ke tempat ini. Memberi
keindahan pada setiap makhluk yang kagum akan cahayanya. Aku hanya ingin
seperti mereka. Tetap memberikan cahaya dari tempat yang jauh. Tetap memberikan
keindahan.
Malam
ini, ku lihat lampu-lampu itu. Terlihat seperti bintang. Sama-sama memberikan
cahaya untuk gelapnya malam. Aku tahu… manusialah yang membuat lampu-lampu itu.
Betapa dahsyatnya pikiran yang mampu memberi penerangan bagi umat diseluruh
belahan bumi ini. Tapi aku? Apa yang telah aku berikan untuk dunia? Apa tanda bukti
ungkapan terima kasihku pada Sang Pemilik alam? Untuk apa aku ada jika tak
pernah memberikan manfaat bagi kehidupan?
Tuhan…
jangankan untuk memberikan keindahan dan untuk memberikan manfaat bagi
kehidupan, untuk selalu mengingat-Mu pun aku terkadang lupa. Inikah balasan
dari aku yang telah Engkau beri nafas kehidupan? Aku yang kadang lupa akan
perintah-Mu, aku yang kadang berbuat semauku. Maafkan kesalahanku. Ampuni
dosaku. Kesalahanku adalah berbuat salah. Dan dosaku adalah berbuat dosa.
Rasanya
ini sebuah kenaifan, karena aku yang terus meminta, sedangkan aku tak pernah
memberi. Aku yang terus memohon, sedangkan aku tak pernah berusaha. Inikah aku?
Yang terus meminta untuk menjadi terang sedangkan yang aku berikan adalah
gelap, sangat gelap.
Bagaimana
dengan hati? Aku punya hati yang mungkin mampu menerangi gelapnya hari jika
tanpa kasih dan sayang. Jika tanpa cinta. Tapi kurasa hari tak akan terang jika
hanya diterangi oleh cahaya dari hati. Hari membutuhkan cahaya yang nyata.
Tuhan,
bolehkah aku? Jika aku mengharapkan hatinya untuk selalu menjadi penerang untuk
hariku? Karena aku… menyayanginya…
(bee)
Selasa, 17 Juni 2014
First Date
Hello?
Masih sama Anti disini :)
16
Juni 2014… Gak akan lupa sama tanggal itu. Tanggal apakah itu? Hehe… Baiklah.
Pertemuan
itu… hmmm darimana mulainya ya? :D (bingung)
Adeuuuhh….
Setelah sekian lama aku nunggu, akhirnya kita (di baca “bee and moo”) bisa
ketemu. Dan… sekali lagi aku bilang “aku malu”. Malu bukan kesalahan kan? Jadi
aku gak perlu minta maaf.
Aku
seneng. Lagi-lagi aku seneng. Aku seneng karena kamu. Karena kamu bersamaku.
Eh… Jadi inget.. hehe
M
: :) Seneng sama bahagia beda gak?
B
: Beda…
M
: Bedanya apa?
B
: Kalo bahagia itu seneng nya seneng banget.. hehe
M
: Oh iya, berarti aku bahagia..
Ganti…..
Aku
bahagia. Lagi-lagi aku bahagia. Aku bahagia karena kamu. Karena kamu bersamaku.
:D
Aaaahh..
terlalu bahagia, aku jadi kehabisan kata-kata. Jadinya bingung mau nulis apa
lagi.
Perasaan
itu, yang awalnya gak sengaja aku tanam, sekarang udah tumbuh subur. Perasaan yang
awalnya berawal dari ketidaksengajaan itu, sekarang berubah menjadi kebahagiaan
yang masih belum aku temui titik unjungnya. Dan semoga memang gak ada ujungnya.
Hari
ini (sebenernya kemarin sih) aku tau apa yang dikatakan oleh hati tentang cinta
(sayang) pada makhluk Tuhan bernama manusia, yang bukan hanya punya nama, tapi
juga punya hati dan perasaan. Aku untuk ke sekian kalinya bilang, aku sayang
kamu. Dan jangan tanya kenapa, karena aku gak akan bisa menjelaskan. Kamu
mungkin tau, perasaan sayang ini semakin jelas terasa setelah pertemuan itu..
(hehehe)
Daannnn….
Inilah….
Kamis,
12 Juni 2014. Hari terakhir UTS. Rencananya setelah pulang dari kampus aku mau
pulang dulu ke tempat peristirahatan (sementara) ~ GKPIDJKDDMRJDP (Garut Kota
Paling Indah Diantara Jutaan Kota di Dunia Meskipun Rumahku Jauh Dari
Peradaban). Tapi berhubung ada “acara” di tanggal 16, maka aku batalin deh
rencana pulang ke GKPIDJKDDMRJDP. Malamnya, acara tanggal 16 “batal” dan di
ganti jadi tanggal 19. Baiklah. Meskipun agak nyesek gara-gara gak jadi pulang
ke GKPIDJKDDMRJDP.
Jumat.
13 Juni 2014. Hari libur singkat setelah UTS. Aku bangun pagi (gak penting). Setelah
berpikir kira-kira 0,5 detik. Tring!!! Ada bisikan “Kamuuu harus pulaanng
(suara Patrick)!”. Dan akhirnya tanpa berpikir panjang pulanglah aku ke
GKPIDJKDDMRJDP. Teman…. Malamnya….. dia bilang kalo “acara” gak jadi tanggal
19, tapi 16!!! OOOOhhhhh Nooooo….. Dan malam itu juga tanpa berpikir (0,1 detik
berpikir) aku putuskan untuk balik lagi ke Bandung hari Minggu :)
Sabtu.
14 Juni 2014. (Tidak ada yang special)
Minggu.
15 Juni 2014. Kembali~ … Galauu (hehehe)?? Gara-gara bingung mau kemana
(katanya). Blablabla. Dan akhirnya… kesana!! Okkk..
----
SENIN. 16 JUNI 2014 ----
Saat
yang di tunggu-tunggu telah tiba!
Pagi
itu… Aku : (dalam hati :D) “Dunia…. Sambutlah aku. Aku Anti. Bangun lagi
untukmu.” (hahaha) Dagdigdug, lupdup, brrrr (hah) suara jantung aku. Waktu itu
aku belum percaya kalo hari ini adalah harinya. Hari aku dan kamu (dibaca kita)
bertemu. (Tapi kalo sekarang udah percaya, kan udah kejadian :D)
Aaaaahh…
Siang
itu… Kamu berangkat. dan aku menunggu. Jam 12.27 :D
13.46..
kamu udah di depan!! Woah, jantungku berdetak diatas normal. Kemudian aku
jalan, menuju bulan :D Aku hitung setiap langkahku, berharap pada langkah ke
sekian aku menemukanmu hehe (yang ini bohong, aku gak ngitung langkah :p). Dan
akhirnya “kita” ketemu!! (untuk pertama kalinya).
Dari
jauh (padahal deket) aku melihatmu. Waaaa silau!! Ternyata cahayamu gak hanya bersinar
dalam hatiku, tetapi juga dalam hariku!
Kamu
ajak aku nonton. Dan itu adalah pengalaman pertama aku (di bioskop maksudnya). Hehe,
dasar orang kampung.
Malam
itu… Aku dan kamu pulang, sebelum pulang berdoa dulu :D. hmmm.. sebelum pulang
makan dulu. Makan mie! Jujur sih gak enak, enakan liat kamu..
Kamu
antar aku ke tempat peristirahatanku (hehe lebay). Nggak, Cuma sampai depan.
IIIIIHHHH rasanya gak mau pisah deh. Mau terus sama kamu. Aku tau kamu juga
gitu :D
Seperti
yang kamu bilang kemarin, “makin sayang”.. Ya… sama!! Aku juga makin sayang
sama kamu :’)
Aku
dan kamu.
Sepertinya
harus di garis bawahi. Aku dan Kamu. Yang kini menjadi KITA.
Kita!
Aku bahagia karena kamu dan aku menjadi Kita :)
Bolehkah
aku meminta kamu untuk selalu menjadi bintang yang terus besinar dalam hati dan
hariku? Keberatankah kamu jika aku meminta kamu untuk selalu ada bersamaku? Maukah
kamu untuk menjadikan duniaku sebagai surga dan kamu menjadi malaikatnya? Kuharap
kamu bersedia menjadi tempat untukku menyimpan segenggam harapan yang terlalu
indah buat aku. Katakan padaku. Beritahu aku. Jawab pertanyaanku :)
Ah
iya ada yang lupa…
Hari
ini (kemarin) aku bisikkan pada angin. Kenapa angin? Karena angin akan membawa
kabar ini ke seluruh penjuru. Hahaha…. Bisikkan (pengumuman) itu... “Hey angin,
sampaikan pada semua, bahwa aku menyayanginya. Dan aku bahagia bersamanya..”
Hehe..
~sekian~
Sabtu, 14 Juni 2014
Waktunya Akan Tiba
Hahaha…
ngga! Aku gak gila. Gak ada yang bilang aku gila. Aku hanya merasa gila.
Tersenyum, tertawa, dan…. Gila :D
Melihat
gambarmu aku tersenyum. Membaca pesanmu aku tertawa. Bukan, ini bukan gila. Aku
hanya bahagia. Rasa ini? Jelas!!
16?
Ok.. aku tunggu kamu :)
Dan
ternyata tinggal menghitung waktu, akan segera aku lihat manusia pemilik gambar
itu! Bahagia aku? Aku bahagia? Hehe.. Hmmm… tapi aku? Aku malu, bintang…
Siapalah aku… Tolong aku b i n t a n g :/
Hei
pemilik gambar! Taukah kamu kalau aku suka kamu dari pertama kali melihat
gambarmu?
Hei
pemilik suara! Taukah kamu kalau aku bergetar ketika mendengar suaramu?
Halo
pemilik keindahan! Bagaimana pendapatmu tentang aku?
Apa
yang akan kamu lakukan kalau melihat rupaku? Hmmm… aku akan terima bagaimanapun
pendapatmu tentang aku.
Kalau
kamu ternyata gak suka aku. Hmmm.. apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku
minta maaf? Nggak, bukan!! Karena jelek bukan sebuah kesalahan :D …… Ah..
terserah..
Sudahlah..
tetap tenang.. optimis!!! hehe….
Semoga
waktu gak jadi kutub magnet yang sejenis buat kita… huehe (gak jelas)
Sampai
ketemu tanggal 16 :)
Cupcupcup
:*
Langganan:
Postingan (Atom)
