Minggu, 29 Juni 2014

"A" sampai "Z"

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 21.43.00 0 komentar
Aku rasa hidup itu adalah tinggal sebelum mati.
Bila kematian adalah satu-satunya cara untuk pergi ke alam keabadian, aku ingin pergi bersama cinta ke alam yang abadi itu.
Catatan ini adalah lukisan tentang cinta. Tentang kita. Ya… kurasa aku dan kamu itu adalah kita.
Di bawah cahaya bulan bersama keindahan bintang kita bersama, meski kebersamaan kita berada di dalam ruang yang berbeda.
Entahlah, tapi aku rasa perbedaan ruang adalah dimensi yang tak pernah berlaku untuk cinta.
Fantasi mimpi selalu menjadi daya untuk aku berpikir bahwa dapat merasakan cinta itu memang sebuah keindahan.
Gambaran mimpi yang aku ciptakan dalam pikiranku selalu berlukisakan tentang cinta. Sungguh, aku tak mengerti. Selalu cinta. 
Hidupku memiliki warna yang ku rasa warna itu di dapat dari cinta.
Indahnya hidup ini setelah aku benar-benar sadar bahwa hidup adalah keindahan. Keindahan dari cinta yang aku terima dari hidup yang penuh dengan warna.
Jarum yang menunjukkan waktu terasa cepat berputar mengelilingi angka yang hanya berjumlah 12 itu. Rasa-rasanya memang begitu.
Kadang waktu memang terlalu cepat bagi yang bahagia. Tapi sepertinya bagiku waktu adalah keabadian.
Lantunan nada cinta terasa hangat mendekap jiwaku yang merindukanmu.
Malam ini adalah malam dimana bintang-bintang berdoa untuk para pencinta, semoga selalu ada dalam bahagia.
Nasib adalah bagian dari takdir. Dan kurasa cinta adalah takdir. Sedangkan jarak adalah nasib.
Omegle! Kini aku percaya pada “serendipity”.
Peta yang umumnya dibutuhkan untuk mencari tujuan, itu tak pernah aku miliki. Karena aku sampai pada tujuan dengan bantuan sang pemilik kehidupan. Serendipity.
Quotes-quotes indah tentang cinta adalah gambaran bahwa cinta itu memang indah.
Rasanya memang begitu.
Sampai pada titik yang dinamakan dengan kematian, semua yang bernyawa pasti hidup dalam lingkaran yang bernama cinta, meskipun aku tak tahu seperti apakah bentuk cinta itu.
Tapi aku mengerti tentang hidup yang diwarnai dengan cinta itu sungguh indah. 
Untuk kamu yang ada dalam pikiran sadarku, aku mencintaimu. Dan aku katakan aku bahagia karena miliki rasa itu. Apapun yang kamu katakan tentang aku, terserah..
Vampire pun bisa merasakan cinta. Apalagi aku, manusia yang mempunyai jantung yang benar-benar berdetak, dengan darah yang mengalir di dalam tubuhku.
Warna yang menghiasi cinta  semoga selalu menjadi warna yang sempurna untuk mewarnai kisah kita. 
xxxx (bingung)
Yang kita butuhkan untuk cinta kita adalah kita tinggal percaya. Percaya bahwa cinta adalah keindahan yang akan selalu memberi kebahagiaan dengan warnanya yang akan membuat hati merasakan indahnya kehidupan.
ZzZzZzZzZz (tidur)…….

Sabtu, 28 Juni 2014

Aku Adalah Aku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 20.53.00 0 komentar
Biarkan aku hidup di jalanku. Kurasa tak pernah ada yang salah dengan hidupku selama tak ada yang merasa terganggu dengan keberadaanku. Inilah aku. Aku adalah aku. Sekalipun malaikat mencoba mengubah cara pandangku terhadap aku, aku akan tetap menjadi aku. Dan jangan pernah sekalipun mengatur jalanku. Karena bagaimanapun aku akan tetap menjadi aku.

Jika ada yang lebih tinggi dari langit, itu adalah anganku untuk menggapai mimpiku. Jika ada yang lebih besar dari alam, itu adalah rasa bahagiaku (bersamanya). Dan jangan pernah ada yang menghancurkan langit mimpi dan alam bahagiaku. 

Jika hidup ini adalah kertas tanpa warna, biarkan aku mewarnai kertas itu dengan warna yang aku suka. Untuk apa kamu sibuk mencari warna untuk mewarnai kertasku? Aku bahagia dengan warna yang aku beri pada hidupku. 

Jika cara pandangmu tak sama dengan pandanganku. Tak perlu memaksaku untuk memandang dunia menurut cara pandang mu. Karena aku akan tetap menjadi aku. Sadarlah! Hidup ini adalah perbedaan. Perbedaan  itu adalah warna. 

Kenapa? Kenapa kamu seperti itu ketika baru saja aku memiliki edelweis? Dan ketika aku masih bersama rafflesia kamu benar-benar tak peduli? Apa maksud dari hidup? 

Biarkan aku!! Aku ingin hidup di jalanku. Hidup dalam lingkaran cinta. Karena dengan cinta aku memiliki warna. Kenapa cinta harus dianggap sebagai sebuah dosa? Bukankah cinta adalah warna paling indah yang dimiliki oleh rasa?

Aku? Biarkan aku tetap menjadi aku. Jangan pernah memaksaku untuk hidup di jalan hidupmu. Karena aku adalah aku. Yang hidup dalam lingkaran cinta.

Wahai angin, aku mencintainya, kurasa tak ada yang salah, karena cintaku padanya tak pernah membuatmu tersiksa.
Wahai angin, kamu itu bukan aku. Karena aku… adalah aku.

NB : Pacaran ≠ Kesalahan

Kamis, 26 Juni 2014

Ketika Semut Merindu

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 05.08.00 0 komentar
Aku adalah semut. Genangan air itu adalah danau. Aku berenang melintasi danau itu. Debu itu adalah hamparan padang pasir. Aku merasakan kegersangan. Hembusan udara itu adalah angin yang siap memporak porandakan tempat tinggalku. Aku adalah semut.

Danau itu berwarna ungu. Pohon-pohon disekelilingnya berwarna putih, pohonnya telah menua tapi mereka tetap setia. Langit tersenyum melihat semut yang mencoba melintasi danau. Matahari membakar kulit merahku dan merubah warna kulitku menjadi pink. Makanan untuk perjalanan panjangku dicuri manusia. Kini aku kelaparan. Danau ungu itu berubah menjadi lautan cokelat.

Aku berenang. Aku bertemu seekor kupu-kupu, dia mengajakku terbang. Aku tak mau. Aku bertemu seekor belalang, dia mengajakku untuk pergi bersama. Aku menolak. Aku mencari semut terbang itu. Sayapnya membuatku jatuh cinta. Indah. Sayapnya berwarna biru. Kakinya berwarna putih. Lihat aku! Aku semut.

Aku adalah manusia. Danau itu adalah genangan air. Aku menyapu genangan itu. Hamparan padang pasir itu adalah debu. Aku tiup debu itu. Angin itu adalah kesejukan bagiku. Kemarilah angin, aku ingin merasakan kesejukan. Aku adalah manusia.

Genangan air itu berwarna bening. Rumput-rumput disekelilingnya aku injak. Langit tertawa melihat ulahku. Matahari menyengat hariku dan merubah warna kulitku menjadi hitam. Makananku dimakan semut. Aku beli lagi. Genangan air itu berubah menjadi permukaan tanah sedikit basah.

Aku injak. Aku melihat pesawat mendarat, mengajakku terbang. Aku tak mau. Aku bertemu teman, dia mengajakku pergi. Aku menolak. Aku menunggu manusia bersayap itu. Malaikat. Sayapnya penuh dengan pesona. Berwarna putih. Lihat aku! Aku manusia.


Untuk apa peduli pada semut? Untuk apa mempedulikan manusia? Aku hanya semut yang berubah menjadi manusia. Aku semut berhati manusia. Aku peduli pada manusia. Semut merindukan malaikat yang terlihat seperti manusia!

Rabu, 25 Juni 2014

Oyasumi~~~ :)

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 00.52.00 0 komentar
Aku suka gambarnya ... hehe
Selamat tidur~
mmm....oyasumi~~~ (hehe)
Maaf, karena aku selalu maksa kamu buat masuk ke dalam mimpiku ;)

Jumat, 20 Juni 2014

Aku + Kamu = Kita || Kita = *Sama

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 00.54.00 0 komentar
Menari lagi di atas keyboard.

Kita hidup di ruang yang sama. Dalam dimensi yang sama. Menatap langit yang sama. Menginjak bumi yang sama. Diterangi oleh matahari yang sama. Cahaya bulan yang sama. Dengan taburan bintang yang sama pula. Jadi kurasa untuk apa kita merasa beda sedangkan kita selalu sama.

Kita masih sama merasakan bahwa es itu dingin dan api itu panas. Kita masih berpikir sama bahwa kalau haus itu perlu minum dan kalau lapar itu perlu makan. Kita masih sama mengalami keadaan jika malam itu gelap dan jika siang itu terang. Kita pun masih merasakan bahwa cahaya matahari itu hangat dan air hujan itu dingin. Betapa banyaknya persamaan antara kita. Walaupun kutahu semua makhluk mengalami hal yang sama seperti kita. Tapi tulisan ini untukmu, maka aku beritahukan pada semua bahwa hanya aku dan kamu yang mengalami persamaan itu.

Aku berusaha mencintai hidup. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai keadaan. Aku berusaha mencintai keadaan. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai kenyataan. Aku berusaha mencintai kenyataan. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai waktu. Aku berusaha mencintai waktu. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk bisa mencintai indahnya kebersamaan. Aku berusaha mencintai indahnya kebersamaan. Dan kupikir itulah salah satu cara untuk mencintai pemberian Tuhan. Dan aku coba mencintai segalanya agar aku selalu ada untuk mencintai hidup dalam keadaan yang ada dalam kenyataan ketika waktu menunjukkan indahnya kebahagiaan bahwa aku bahagia bisa mencintai apa yang telah Tuhan berikan pada kehidupan.

Jika kamu pernah berpikir bahwa aku hanya bisa berkata-kata, kamu salah. Karena aku katakan apa yang dikatakan oleh hati. Jika kamu berpikir aku hanya mempedulikan hati, kamu juga salah. Karena aku juga peduli pada diri.

Ketika aku sadar bahwa gula itu rasanya manis, aku bertanya kenapa ada rasa manis. Ketika aku sadar bahwa garam itu rasanya asin, aku bertanya kenapa ada rasa asin. Manisnya gula dan asinnya garam adalah miniatur kehidupan yang dirasakan oleh indera pengecap. Karena yang paling berpengaruh pada kehidupan adalah rasa manis dan asin yang dirasakan oleh indera perasaan. Apakah indera perasaan itu ada? Jika semua menyangkalku, tak apa. Karena aku berpendapat bahwa ada indera perasaan dalam diri setiap makhluk yang diberi nafas kehidupan.

Ada yang masih belum aku mengerti tentang dua buah kata yang menurut mereka itu berbeda. Aku belum mengerti untuk apa ada kata yang dinamakan cinta dan sayang? Apa perbedaan diantara kedua kata itu? Jika yang dirasakan tetap sama seperti itu untuk apa membedakan antara kata cinta dan sayang? Karena yang aku rasa, walaupun aku katakan sayang, aku tetap merasakan cinta. Dan walaupun aku katakan cinta, aku tetap merasakan sayang.

Aku tahu yang namanya perbedaan itu ada. Bahkan ada dengan jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan persamaan. Tapi kurasa untuk apa menceritakan perbedaan jika persamaan mampu membuat kita merasakan kebahagiaan.

Ya… aku bahagia. Jika memang benar kata cinta dan sayang itu berbeda. Maka akan aku katakan bahwa aku bahagia mencintaimu, dan aku bahagia menyayangimu.

Rabu, 18 Juni 2014

Sadarku || Aku Bukan Bintang

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 17.46.00 0 komentar
Aku pernah belajar menjadi kupu-kupu, tapi aku tak bisa terbang. Aku pernah belajar menjadi bunga, tapi aku tak bisa memberi keindahan. Aku pernah belajar menjadi angin, tapi aku tak bisa menyejukkan. Aku pernah belajar menjadi matahari, tapi aku tak bisa bersinar terang. Aku pernah belajar menjadi malam, tapi aku tak bisa memberikan kedamaian. Dan saat ini aku belajar menjadi bintang, berusaha untuk memberi keindahan.

Tapi aku. Aku bukan bintang. Aku hanya mengagumi bintang. Aku kagum pada cahayanya. Betapa jauhnya mereka. Tapi cahayanya terlihat sampai ke tempat ini. Memberi keindahan pada setiap makhluk yang kagum akan cahayanya. Aku hanya ingin seperti mereka. Tetap memberikan cahaya dari tempat yang jauh. Tetap memberikan keindahan.

Malam ini, ku lihat lampu-lampu itu. Terlihat seperti bintang. Sama-sama memberikan cahaya untuk gelapnya malam. Aku tahu… manusialah yang membuat lampu-lampu itu. Betapa dahsyatnya pikiran yang mampu memberi penerangan bagi umat diseluruh belahan bumi ini. Tapi aku? Apa yang telah aku berikan untuk dunia? Apa tanda bukti ungkapan terima kasihku pada Sang Pemilik alam? Untuk apa aku ada jika tak pernah memberikan manfaat bagi kehidupan?

Tuhan… jangankan untuk memberikan keindahan dan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan, untuk selalu mengingat-Mu pun aku terkadang lupa. Inikah balasan dari aku yang telah Engkau beri nafas kehidupan? Aku yang kadang lupa akan perintah-Mu, aku yang kadang berbuat semauku. Maafkan kesalahanku. Ampuni dosaku. Kesalahanku adalah berbuat salah. Dan dosaku adalah berbuat dosa.

Rasanya ini sebuah kenaifan, karena aku yang terus meminta, sedangkan aku tak pernah memberi. Aku yang terus memohon, sedangkan aku tak pernah berusaha. Inikah aku? Yang terus meminta untuk menjadi terang sedangkan yang aku berikan adalah gelap, sangat gelap.

Bagaimana dengan hati? Aku punya hati yang mungkin mampu menerangi gelapnya hari jika tanpa kasih dan sayang. Jika tanpa cinta. Tapi kurasa hari tak akan terang jika hanya diterangi oleh cahaya dari hati. Hari membutuhkan cahaya yang nyata.

Tuhan, bolehkah aku? Jika aku mengharapkan hatinya untuk selalu menjadi penerang untuk hariku? Karena aku… menyayanginya…

(bee)

Selasa, 17 Juni 2014

First Date

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 22.39.00 0 komentar
Hello? Masih sama Anti disini :)
16 Juni 2014… Gak akan lupa sama tanggal itu. Tanggal apakah itu? Hehe… Baiklah.
Pertemuan itu… hmmm darimana mulainya ya? :D (bingung)

Adeuuuhh…. Setelah sekian lama aku nunggu, akhirnya kita (di baca “bee and moo”) bisa ketemu. Dan… sekali lagi aku bilang “aku malu”. Malu bukan kesalahan kan? Jadi aku gak perlu minta maaf.

Aku seneng. Lagi-lagi aku seneng. Aku seneng karena kamu. Karena kamu bersamaku. Eh…  Jadi inget.. hehe
M : :) Seneng sama bahagia beda gak?
B : Beda…
M : Bedanya apa?
B : Kalo bahagia itu seneng nya seneng banget.. hehe
M : Oh iya, berarti aku bahagia..

Ganti…..
Aku bahagia. Lagi-lagi aku bahagia. Aku bahagia karena kamu. Karena kamu bersamaku. :D

Aaaahh.. terlalu bahagia, aku jadi kehabisan kata-kata. Jadinya bingung mau nulis apa lagi.

Perasaan itu, yang awalnya gak sengaja aku tanam, sekarang udah tumbuh subur. Perasaan yang awalnya berawal dari ketidaksengajaan itu, sekarang berubah menjadi kebahagiaan yang masih belum aku temui titik unjungnya. Dan semoga memang gak ada ujungnya.

Hari ini (sebenernya kemarin sih) aku tau apa yang dikatakan oleh hati tentang cinta (sayang) pada makhluk Tuhan bernama manusia, yang bukan hanya punya nama, tapi juga punya hati dan perasaan. Aku untuk ke sekian kalinya bilang, aku sayang kamu. Dan jangan tanya kenapa, karena aku gak akan bisa menjelaskan. Kamu mungkin tau, perasaan sayang ini semakin jelas terasa setelah pertemuan itu.. (hehehe)

Daannnn…. Inilah….

Kamis, 12 Juni 2014. Hari terakhir UTS. Rencananya setelah pulang dari kampus aku mau pulang dulu ke tempat peristirahatan (sementara) ~ GKPIDJKDDMRJDP (Garut Kota Paling Indah Diantara Jutaan Kota di Dunia Meskipun Rumahku Jauh Dari Peradaban). Tapi berhubung ada “acara” di tanggal 16, maka aku batalin deh rencana pulang ke GKPIDJKDDMRJDP. Malamnya, acara tanggal 16 “batal” dan di ganti jadi tanggal 19. Baiklah. Meskipun agak nyesek gara-gara gak jadi pulang ke GKPIDJKDDMRJDP.

Jumat. 13 Juni 2014. Hari libur singkat setelah UTS. Aku bangun pagi (gak penting). Setelah berpikir kira-kira 0,5 detik. Tring!!! Ada bisikan “Kamuuu harus pulaanng (suara Patrick)!”. Dan akhirnya tanpa berpikir panjang pulanglah aku ke GKPIDJKDDMRJDP. Teman…. Malamnya….. dia bilang kalo “acara” gak jadi tanggal 19, tapi 16!!! OOOOhhhhh Nooooo….. Dan malam itu juga tanpa berpikir (0,1 detik berpikir) aku putuskan untuk balik lagi ke Bandung hari Minggu :)

Sabtu. 14 Juni 2014. (Tidak ada yang special)

Minggu. 15 Juni 2014. Kembali~ … Galauu (hehehe)?? Gara-gara bingung mau kemana (katanya). Blablabla. Dan akhirnya… kesana!! Okkk..

---- SENIN. 16 JUNI 2014 ----

Saat yang di tunggu-tunggu telah tiba!
Pagi itu… Aku : (dalam hati :D) “Dunia…. Sambutlah aku. Aku Anti. Bangun lagi untukmu.” (hahaha) Dagdigdug, lupdup, brrrr (hah) suara jantung aku. Waktu itu aku belum percaya kalo hari ini adalah harinya. Hari aku dan kamu (dibaca kita) bertemu. (Tapi kalo sekarang udah percaya, kan udah kejadian :D)

Aaaaahh…

Siang itu… Kamu berangkat. dan aku menunggu. Jam 12.27 :D
13.46.. kamu udah di depan!! Woah, jantungku berdetak diatas normal. Kemudian aku jalan, menuju bulan :D Aku hitung setiap langkahku, berharap pada langkah ke sekian aku menemukanmu hehe (yang ini bohong, aku gak ngitung langkah :p). Dan akhirnya “kita” ketemu!! (untuk pertama kalinya).

Dari jauh (padahal deket) aku melihatmu. Waaaa silau!! Ternyata cahayamu gak hanya bersinar dalam hatiku, tetapi juga dalam hariku!

Kamu ajak aku nonton. Dan itu adalah pengalaman pertama aku (di bioskop maksudnya). Hehe, dasar orang kampung.

Malam itu… Aku dan kamu pulang, sebelum pulang berdoa dulu :D. hmmm.. sebelum pulang makan dulu. Makan mie! Jujur sih gak enak, enakan liat kamu..

Kamu antar aku ke tempat peristirahatanku (hehe lebay). Nggak, Cuma sampai depan. IIIIIHHHH rasanya gak mau pisah deh. Mau terus sama kamu. Aku tau kamu juga gitu :D

Seperti yang kamu bilang kemarin, “makin sayang”.. Ya… sama!! Aku juga makin sayang sama kamu :’)

Aku dan kamu.
Sepertinya harus di garis bawahi. Aku dan Kamu. Yang kini menjadi KITA.
Kita! Aku bahagia karena kamu dan aku menjadi Kita :)

Bolehkah aku meminta kamu untuk selalu menjadi bintang yang terus besinar dalam hati dan hariku? Keberatankah kamu jika aku meminta kamu untuk selalu ada bersamaku? Maukah kamu untuk menjadikan duniaku sebagai surga dan kamu menjadi malaikatnya? Kuharap kamu bersedia menjadi tempat untukku menyimpan segenggam harapan yang terlalu indah buat aku. Katakan padaku. Beritahu aku. Jawab pertanyaanku :)

Ah iya ada yang lupa…
Hari ini (kemarin) aku bisikkan pada angin. Kenapa angin? Karena angin akan membawa kabar ini ke seluruh penjuru. Hahaha…. Bisikkan (pengumuman) itu... “Hey angin, sampaikan pada semua, bahwa aku menyayanginya. Dan aku bahagia bersamanya..”

Hehe..
~sekian~

Sabtu, 14 Juni 2014

Waktunya Akan Tiba

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 11.20.00 0 komentar
Hahaha… ngga! Aku gak gila. Gak ada yang bilang aku gila. Aku hanya merasa gila. Tersenyum, tertawa, dan…. Gila :D
Melihat gambarmu aku tersenyum. Membaca pesanmu aku tertawa. Bukan, ini bukan gila. Aku hanya bahagia. Rasa ini? Jelas!!

16? Ok.. aku tunggu kamu :)

Dan ternyata tinggal menghitung waktu, akan segera aku lihat manusia pemilik gambar itu! Bahagia aku? Aku bahagia? Hehe.. Hmmm… tapi aku? Aku malu, bintang… Siapalah aku… Tolong aku b i n t a n g :/

Hei pemilik gambar! Taukah kamu kalau aku suka kamu dari pertama kali melihat gambarmu?
Hei pemilik suara! Taukah kamu kalau aku bergetar ketika mendengar suaramu?
Halo pemilik keindahan! Bagaimana pendapatmu tentang aku?
Apa yang akan kamu lakukan kalau melihat rupaku? Hmmm… aku akan terima bagaimanapun pendapatmu tentang aku.

Kalau kamu ternyata gak suka aku. Hmmm.. apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku minta maaf? Nggak, bukan!! Karena jelek bukan sebuah kesalahan :D …… Ah.. terserah..

Sudahlah.. tetap tenang.. optimis!!! hehe….
Semoga waktu gak jadi kutub magnet yang sejenis buat kita… huehe (gak jelas)
Sampai ketemu tanggal 16 :)

Cupcupcup :*
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review