Minggu, 30 November 2014

'cause, Aylopyu....

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 11.24.00 0 komentar
Ada perasaan takut akan kehilangan ketika hati telah menentukan pilihan untuk menyayangi seseorang.

Aku sayang kamu. Dan bukan untuk pertama kalinya rasa ini ada, rasa takut akan kehilangan. Aku takut jika suatu hari bintang yang bersinar di hatiku pergi. Aku takut jika suatu hari matahari yang menerangi siangku meninggalkan aku dalam gelap. Aku takut jika suatu hari bulan yang menjadi keindahan malam bosan menemani bintang. Aku takut jika suatu hari pelangi lupa akan tugasnya, mewarnai duniaku.

Dapatkah kamu dengar suara hujan yang jatuh ke permukaan? Terdengar seperti memanggil namamu.
Dapatkah kamu dengar suara angin yang berhembus? Terdengar seperti membisikkan namamu.

Aku terpenjara di dalam ruang dengan berjuta keindahan. Seringkali aku tersenyum membayangkan segala tentang kamu. Dan terkadang aku tenggelam dalam tangisan haru ketika memikirkan kamu.

Kuharap kamu tak pernah bosan mendengar kata sayang dari aku yang benar sayang. Dan jika suatu hari kamu bosan, maka carilah jawaban atas sejuta pertanyaan yang akan aku tanyakan.

Sayang… Selamat tanggal 30 ^_^

Aku sayang kamu, tetaplah menjadi pelangi yang selalu mewarnai duniaku :* :* :* :* :*

Sabtu, 01 November 2014

Bintang Bercahaya Gelap

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.48.00 0 komentar
Tak perlu bersinar untuk menjadi bintang.

Kini aku sadar, cahaya yang berpijar di langit malam bukan hanya berasal dari jutaan bintang. Untuk dapat menikmati indahnya malam, mata membutuhkan setitik cahaya yang menembus hitam dalam kegelepan. Banyak cahaya yang berlomba untuk merebut posisi keindahan terang dalam gelap. Aku menatap langit dalam kegelapan, gelapnya adalah teman pemilik hitam.

Tak perlu menjadi besar untuk menjadi sesuatu yang dapat terlihat. Lorong kecil itu tak akan pernah bisa aku nikmati jika aku menjadi besar.

Aku masuki ruang kecil berselimut gelap diantara ruang berlapis cahaya. Aku nikmati ruang itu tanpa bisa melihat apa yang sedang aku pandang. Semua gelap. Hanya gelap di dalam hitam.

Kemudian muncul setitik cahaya yang entah darimana cahaya itu berasal, yang entah dimana cahaya itu bersembunyi sebelumnya. Dengan titik terang itu aku melihat dalam ruang. Memperhatikan dinding di dalam kesunyian. Titik cahaya itu menuntunku hingga aku sampai di antara dua persimpangan. Kulihat satu lorong dengan cahaya terang, tapi aku memilih untuk tetap berjalan menuju lorong yang masih berdiri kokoh dalam kegelapan. Dan kurasakan semuanya begitu indah, sungguh indah.. Karena ini adalah aku…. Yang terbiasa berdiri di dalam hitam. Yang terbiasa melihat di dalam gelap.

Aku berjalan dengan iringan melodi pengalun sepi. Dengan musik pengiring dikala sunyi.

Aku tiba di suatu tempat bernama mimpi. Ku lihat langit dengan sejuta bintang. Tapi bintang yang bersinar terang selalu menjadi dambaan setiap insan. Cahayanya tak pernah meredup, bahkan ketika terangnya tak ada yang menyambut.

Aku melihat berjuta bintang dengan cahaya yang berkelip. Ku tunjuk satu bintang yang tak pernah mencoba untuk menjadi terang. Kutanyakan padanya mengapa tak pernah bersinar terang. Dan dengan bangga ia menjawab, semua bintang berlomba untuk menjadi bintang paling terang diantara jutaan bintang, tapi ini aku, bintang yang selalu bangga dengan kegelapan yang aku miliki. Karena aku tak perlu menjadi mereka untuk menjadi idola. Aku… Bintang bercahaya gelap..
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review