Meski
hidup kadang lupa memberi keindahan, tapi waktu akan tetap berjalan. Meski hidup
kadang membenci waktu, tapi hari akan tetap berlalu. Ada yang tak bisa hidup
lakukan… mengendalikan waktu. Sepertinya hidup lupa belajar tentang hal itu.
Banyak
hal yang ingin aku lakukan, tapi aku masih terperangkap di dalam ruang yang
entah harus aku beri nama apa ruang ini, aku disini,, entah apa yang aku
nantikan. Mungkin pertemuan, sesuatu yang kadang menjadikan aku sebagai makhluk
yang egois. Harusnya aku berlari mengejar waktu, agar waktu segera menghampiriku.
Tapi aku takut. Karena jika aku berlari sepertinya akan ada banyak hal indah
yang akan terlewati.
Apa
yang terjadi di sampingku? Aku tak peduli. Karena arah pandanganku akan selalu melihat
ke sana, ke tempat dimana aku akan berhenti mencari waktu. Ke tempat dimana yang
menantikan aku menunggu. Apa yang orang lain pikirkan tentang aku? Aku tak
peduli. Karena padaku pun tak pernah ada yang peduli.
Untuk
apa aku mencari waktu? Untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaanku. Tentang
mimpi, cita-cita, cinta, dan segala tentang hidup. Karena orang bilang waktu akan
mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi aku meragukan waktu,
karena akan mampukah waktu menjawab pertanyaanku tentang keadilan yang mungkin
tak hanya aku yang ingin tahu jawabannya. Benarkah waktu kadang bertindak tak
adil terhadap keadaan? Siapa sebenarnya yang tidak adil? Waktukah? Ataukah
keadaan? Tapi aku mendengar banyak orang yang menyalahkan Tuhan mengenai
keadilan. Tapi aku rasa itu bukan jawabannya.
Teruntuk
waktu…
Aku
ingin memperbaiki masa lalu.
Tapi
sepertinya itu mustahil…
Kalau
begitu… Masa depan… Cepatlah datang padaku…