30
Maret 2015
Aku
melihat senyummu dalam mimpi, tapi aku abaikan. Aku terbangun. Penyesalan yang
aku rasakan ketika aku terbangun dari mimpiku. Ingin mengulang kembali mimpi
yang baru saja terjadi dalam tidurku dan membalas senyummu yang jelas ditujukan
hanya untuk aku. Kulanjutkan tidurku, berharap mimpi yang sama akan hadir lagi.
Tapi setelah aku dihadapkan pada kenyataan yang ada dalam mimpi, ternyata mimpi
indah tak pernah datang dua kali dalam waktu yang sama. Aku mimpi buruk.
Dunia
yang gelap perlahan berubah menjadi terang. Pagi datang. Bersama cahaya yang
seperti biasa selalu dia bawa. Aku lupakan mimpi yang datang tadi malam. Meskipun
berat, ku coba tersenyum pada pagi, tapi pagi tak menyambut senyumku, seakan
pagi tahu dengan ketidaktulusan bibirku yang dipaksa oleh pemiliknya untuk
mengembang.
Ada
apa dengan aku?
Menunggu
waktu. Satu menit terasa seakan waktu dipenjarakan pada keabadian ketika aku
menunggumu untuk datang. Waktu berhenti untuk beberapa saat.
Setelah
keabadian pada menit meninggalkan waktu, akhirnya waktu datang membawa sesosok
manusia sejuta keindahan. Tersenyum padaku. Tapi tak sama dengan senyum yang kulihat
dalam mimpiku. Ada yang berbeda.
Aku
berusaha untuk bersikap seperti biasa. Mencoba tersenyum. Tapi ternyata rasa
sedih yang entah kenapa ada dalam hatiku tak bisa aku sembunyikan. Kenapa aku?
Berjalan
berdampingan meski tidak berpegangan tangan. Bertatapan muka meski tidak saling
menatap mata. Menyembunyikan rasa perih dalam dada yang masih tidak aku ketahui
alasannya. Aku merasa tak biasa.
Ku
geretakkan gigiku. Ku kepalkan tanganku. Ku lihat langit dan berusaha tak
mengedipkan kelopak mataku. Kulakukan banyak cara untuk menjaga air mata agar
tidak kuteteskan. Semua kulakukan agar aku bisa menahan tangis. Tapi semua
sia-sia. Perlahan tenggorokanku sakit. Dan air mata jatuh tanpa bisa aku
bendung. Cengeng…
Aku
melihat ke arahmu. Tapi kamu seakan tak peduli dengan apa yang terjadi padaku. Hari
ini aku kehilangan senyumku. Bersamaan dengan senyummu yang juga ikut
menghilang.
Jika
aku diberi kesempatan untuk membuat permohonan di tanggal 30 ini, aku hanya
akan memohon untuk tidak kehilangan senyummu. Jadi aku mohon.... tersenyumlah
untukku.