Jumat, 19 Desember 2014

Bersama Malaikat

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.32.00 0 komentar
Pucuk yang lahir sebelum fajar. Mati sebelum senja. Bertangkai kasih dan sayang. Berakar kebahagiaan. Nyawanya adalah cinta. Duduk di atas bunga bermahkota rasa. Disirami air rindu. Pembasuh sepi. Penghancur sunyi. Luka terkubur di kedalaman samudera. Samudera jiwa.

Setan-setan kecil menjelma menjadi malaikat-malaikat yang tak punyai rupa. Sayap-sayap benci sudah tak peduli dengan kata yang penuh dengan caci. Demi masa yang mengabaikan rasa. Kulihat siksa yang menyerupai cinta. Terasing di dalam keramaian. Gundah di dalam kedamaian. Berdiri di atas duri. Bertahan di atas harapan. Menatap kekosongan. Memandang kesunyian.

Ketika maki meneriakan kata yang tak berarti, sepi menjawab dengan satu bunyi sejuta arti. Pada pemilik sepi, maki bersumpah tentang janji yang abadi.

Bersamamu kasih… Tak ada iblis yang bersembunyi dibalik topeng malaikat. Karena kamu malaikatku. Tak ada sayap yang tercipta dari potongan benci. Karena kamu sayapku. Membawaku terbang melihat indahnya duniamu. Tak ada raga yang merasa sunyi. Karena kamu selalu bersama di dalam hatiku. Menemani dalam setiap langkah di hidupku. Dan hadir disetiap mimpi indahku.

Bersamaku kasih… Jadilah kamu sosok yang tak kenal dengan sepi atau pun sunyi. Karena aku selalu ada disini. Hidup bersama bayanganmu. Dan kalaupun mati, biarkan aku mati di kedalaman hatimu.

Raih tanganku. Rangkul aku. Dengarkan detak jantungku. Rasakan getaran rinduku. Hanya untukmu…

I LOVE YOU… Mmmmuuuaaaccchhh :*

Minggu, 30 November 2014

'cause, Aylopyu....

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 11.24.00 0 komentar
Ada perasaan takut akan kehilangan ketika hati telah menentukan pilihan untuk menyayangi seseorang.

Aku sayang kamu. Dan bukan untuk pertama kalinya rasa ini ada, rasa takut akan kehilangan. Aku takut jika suatu hari bintang yang bersinar di hatiku pergi. Aku takut jika suatu hari matahari yang menerangi siangku meninggalkan aku dalam gelap. Aku takut jika suatu hari bulan yang menjadi keindahan malam bosan menemani bintang. Aku takut jika suatu hari pelangi lupa akan tugasnya, mewarnai duniaku.

Dapatkah kamu dengar suara hujan yang jatuh ke permukaan? Terdengar seperti memanggil namamu.
Dapatkah kamu dengar suara angin yang berhembus? Terdengar seperti membisikkan namamu.

Aku terpenjara di dalam ruang dengan berjuta keindahan. Seringkali aku tersenyum membayangkan segala tentang kamu. Dan terkadang aku tenggelam dalam tangisan haru ketika memikirkan kamu.

Kuharap kamu tak pernah bosan mendengar kata sayang dari aku yang benar sayang. Dan jika suatu hari kamu bosan, maka carilah jawaban atas sejuta pertanyaan yang akan aku tanyakan.

Sayang… Selamat tanggal 30 ^_^

Aku sayang kamu, tetaplah menjadi pelangi yang selalu mewarnai duniaku :* :* :* :* :*

Sabtu, 01 November 2014

Bintang Bercahaya Gelap

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.48.00 0 komentar
Tak perlu bersinar untuk menjadi bintang.

Kini aku sadar, cahaya yang berpijar di langit malam bukan hanya berasal dari jutaan bintang. Untuk dapat menikmati indahnya malam, mata membutuhkan setitik cahaya yang menembus hitam dalam kegelepan. Banyak cahaya yang berlomba untuk merebut posisi keindahan terang dalam gelap. Aku menatap langit dalam kegelapan, gelapnya adalah teman pemilik hitam.

Tak perlu menjadi besar untuk menjadi sesuatu yang dapat terlihat. Lorong kecil itu tak akan pernah bisa aku nikmati jika aku menjadi besar.

Aku masuki ruang kecil berselimut gelap diantara ruang berlapis cahaya. Aku nikmati ruang itu tanpa bisa melihat apa yang sedang aku pandang. Semua gelap. Hanya gelap di dalam hitam.

Kemudian muncul setitik cahaya yang entah darimana cahaya itu berasal, yang entah dimana cahaya itu bersembunyi sebelumnya. Dengan titik terang itu aku melihat dalam ruang. Memperhatikan dinding di dalam kesunyian. Titik cahaya itu menuntunku hingga aku sampai di antara dua persimpangan. Kulihat satu lorong dengan cahaya terang, tapi aku memilih untuk tetap berjalan menuju lorong yang masih berdiri kokoh dalam kegelapan. Dan kurasakan semuanya begitu indah, sungguh indah.. Karena ini adalah aku…. Yang terbiasa berdiri di dalam hitam. Yang terbiasa melihat di dalam gelap.

Aku berjalan dengan iringan melodi pengalun sepi. Dengan musik pengiring dikala sunyi.

Aku tiba di suatu tempat bernama mimpi. Ku lihat langit dengan sejuta bintang. Tapi bintang yang bersinar terang selalu menjadi dambaan setiap insan. Cahayanya tak pernah meredup, bahkan ketika terangnya tak ada yang menyambut.

Aku melihat berjuta bintang dengan cahaya yang berkelip. Ku tunjuk satu bintang yang tak pernah mencoba untuk menjadi terang. Kutanyakan padanya mengapa tak pernah bersinar terang. Dan dengan bangga ia menjawab, semua bintang berlomba untuk menjadi bintang paling terang diantara jutaan bintang, tapi ini aku, bintang yang selalu bangga dengan kegelapan yang aku miliki. Karena aku tak perlu menjadi mereka untuk menjadi idola. Aku… Bintang bercahaya gelap..

Jumat, 31 Oktober 2014

Jarak... Waktu... Rindu...

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 07.18.00 0 komentar
Dimana kita berada? Di dalam jarak
Dimana kamu berada? Di dalam ingatan
Dimana aku berada? Di dalam rindu

Hari ini rindu bercerita. Entah apa yang rindu katakan kepadaku. Samar aku dengar suara rindu. Tapi putihnya begitu jelas aku rasakan. Tersadar. Aku melihatmu di udara, membawa hati bersama musik pengalun sepi. Semua terjadi, karena rindu sudah kujadikan teman ketika sendiri.

Ku pejamkan mataku, mengingat waktu yang telah lalu. Membangkitkan memori yang tersimpan di dasar hati. Tentang mimpi dengan sejuta arti. Tentang nyata dengan sejuta cerita. Tentang kamu… tentang masa dimana aku temukan cinta dengan sejuta rasa.

Aku mencintaimu, meski waktu kadang membuatku lupa untuk pertanyaan kenapa cinta itu ada. Aku menyayangimu, meski waktu juga kadang membuatku lupa untuk pertanyaan kenapa sayang itu ada. Aku merindukanmu, dan waktu membuatku sadar bahwa akan selalu ada rindu ketika cinta dan kasih sayang itu ada.

Aku ingat ketika pertama kali kita bertegur sapa lewat kata. Aku ingat ketika pertama kali rasa ini mengetuk-ngetuk dinding hati. Kemudian aku abaikan, tapi ketukannya semakin keras aku rasakan hingga aku tak sanggup lagi untuk menahan. Aku ingat ketika pertama kali cinta ini bercerita. Aku ingat ketika mengharapkan impian menjadi nyata. Aku ingat…

Waktu yang telah kita lalui terasa begitu singkat. Tapi waktu yang akan kita jalani untuk saat-saat bertemu dirasa begitu panjang. Dan aku menunggu waktu dengan segala bayang tentang kamu.

Aku…
Kamu…
Jarak…
Waktu…
Rindu…

Itulah kenapa cinta yang aku rasa begitu sempurna.

Minggu, 26 Oktober 2014

Kamu Selalu Disini... Dihatiku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 15.56.00 0 komentar
Jika memang manusia itu bisa terbang. Maka aku telah merasakannya. Kamu mengajakku terbang, melayang, menembus pelangi, melewati langit. Kamu menunjukkan cahaya terang ketika gelap. Jika memang surga itu ada. Maka aku telah pergi ke sana, bersamamu. Indah.. Kenapa seindah itu?

Jantungku berdetak lebih kencang, tak seperti biasa.. Aku tahu ini adalah rindu. Hatiku memanggil-manggil namamu, menyanyikan nyanyian rindu. Aku terperangkap di dalam ruang ini, ruang bernama rindu. Ruang yang dipenuhi oleh keindahan dan diterangi oleh cahaya kasih sayang.

Seperti inikah rasanya? Aku miliki sebuah rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Sebuah rasa yang terlalu indah untuk aku miliki, tepatnya untuk makhluk seperti aku. Aku hanya tak pernah menyangka, akan menyayangimu begitu dalam seperti ini. Teramat sangat sayang. Dosakah aku, Tuhan?

Ketika aku pejamkan mata ini. Aku melihat bayanganmu. Bayanganmu terlihat begitu nyata. Kupejamkan mataku hingga aku terlelap dalam tidurku. Aku memimpikan tentang kamu. Tak ada mimpi buruk selama ada kamu. Sayang, kenapa kamu begitu indah?

Aku meneguk sedikit air dari cinta. Tapi apa yang terjadi? Aku ketagihan… Itu menjadi candu bagiku. Cinta… Sebuah perasaan yang sedikit berbeda dengan sayang, yang menurutku perbedaannya tak pernah terlihat. Tapi mungkin aku merasakan keduanya. Aku mencintai keindahanmu. Dan aku menyayangi segala yang ada padamu.

Aku sayang kamu. Aku tak pernah bosan untuk mengatakan itu padamu. Meski aku tahu kata itu tak perlu sering untuk diungkapkan. Mungkin kedengarannya sangat berlebihan, tapi sungguh,,, hatiku selalu berkata demikian.. Aku sayang kamu.. Sangat sayang…

<<< faizal hamzah >>>

Senin, 06 Oktober 2014

Rindu

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 16.03.00 0 komentar
Pernah melihat wajahmu sebelum aku bertemu denganmu. Pernah melihat senyum mu sebelum aku melihat wajahmu. Ini memang nyata. Kamu memang nyata. Kenyataan yang pernah aku mimpikan. Impian yang pernah ada.

Tak pernah aku sangka menjadi sedekat ini. Kamu yang tak pernah ada sebelumnya menjadi kamu yang selalu ada. Ada bersama setiap detak jantungku. Ada bersama setiap hembusan nafasku. Ada bersama setiap aliran darahku. Ada bersama setiap kedipan mataku. Ada di dalam hatiku. Dan sering kali melintasi kesadaranku, masuk ke dalam mimpiku. Ya… itulah kamu. Kamu yang selalu ada bersamaku.

Melihat wajahmu. Menatap matamu. Menikmati senyummu. Terima kasih… untuk keindahan yang kamu berikan pada duniaku.

Dan kini sayang… aku merindukanmu. Aku rindu ketika matamu menatap mataku. Aku rindu ketika kamu memberikan senyum untukku. Aku rindu ketika tanganmu menggenggam erat tanganku. Aku rindu ketika kamu memeluk tubuhku. Aku rindu ketika nafasmu dan nafasku menjadi satu. Aku rindu ketika detak jantungmu menyatu dengan detak jantungku. Aku rindu ketika bibirmu menyentuh bibirku. Iya… aku merindukanmu.

Harusnya kamu dengar ketika hatiku memanggil namamu. Rindu ini memang tak pernah membuatku tersiksa. Tapi sayang… rinduku padamu memenjarakan aku. Tak ada satupun yang ingin aku lakukan ketika aku merindukanmu. Rindu ini terlalu indah. Maka tak perlu aku usir dengan melakukan sesuatu yang membuat rindu ini terabaikan, walau hanya untuk sejenak.

Kunikmati rindu yang datang ke setiap detik dalam waktuku. Kunikmati bayanganmu yang melintas di lamunanku. Kunikmati hari selama aku berada dalam rindu. Selama rindu ini adalah milikmu.

Aku… yang rindu kamu :* :* :*

Kamis, 25 September 2014

Manusia Setengah Malaikat

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 10.45.00 0 komentar
Sepenuhnya aku menyadari… Karena tak mungkin lahir kembali menjadi manusia setengah malaikat…

Adakah yang mampu memahami? Seseorang yang membuat kendali pada hati. Seseorang yang pura-pura diam seolah tak peduli dengan hati. Seseorang yang memaksa hati untuk memakai topeng. Menyingkirkan luka. Melapisi hati dengan bahagia. Terbungkus rapi, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Ketika lahir kembali, bumi sudah tidak mengorbit pada matahari. Cahaya hanya datang dari hati. Tak pernah sia-sia ketika menyingkirkan luka dengan bahagia, ketika membungkus air mata dengan tawa. Tak pernah ada lagi senyum kepalsuan. Tak pernah ada lagi tawa dalam kemunafikan. Terang datang. Cahayanya dari hati yang telah lupa bagaiamana rasanya luka.

Bohong!! Siapa bilang hati melupakan luka?
Hati sedang membohongi hati. Siapa yang harus dipercaya? Bahkan hati pun berdiri di atas kebohongan..

Aaaahhh… tinggalkan saja luka. Bukankah bahagia selalu bersama?

Aku membutuhkanmu… Bantu aku untuk memahami isi hati. Benarkah luka itu bisa dibungkus dengan bahagia? Jika iya, bagaimana itu bisa terjadi? Benarkah malaikat itu tak pernah membuat kekeliruan? Bagaimana dengan manusia setengah malaikat? Adakah keberadaannya?

Kamis, 18 September 2014

Cahaya... Suara...

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 19.10.00 0 komentar
Aku percaya dunia akan gelap jika tanpa cahaya. Aku  percaya terang itu ada karena cahaya. Aku percaya karena aku melihat.
Aku percaya sepi akan ada jika tanpa suara. Aku percaya nada itu ada karena suara. Aku percaya karena aku mendengar.
Aku percaya ruang akan hampa jika tanpa udara.

Aku percaya kesedihan akan ada jika tanpa bahagia. Aku percaya bahagia itu ada karena tak ada kesedihan. Aku percaya karena aku merasa.

Tapi hidup sering kali memaksaku untuk selalu percaya pada sesuatu yang tidak aku lihat atau tidak aku dengar. Bagaimana jika begitu? Haruskah aku menuruti paksaan hidup? Apakah hidup sedang memaksa? Atau justeru karena aku yang merasa terpaksa?

Ketika yang disebut gelap itu adalah dunia tanpa cahaya, bagaimana dengan gelap yang ada pada ruang di dalam jiwa? Cahaya apa yang dibutuhkan untuk menjadi penerang?
Ketika yang disebut sepi itu adalah ruang tanpa suara, bagaimana dengan sepi yang ada pada hati? Bukankah hati selalu memberi kata? Bagaimana hal itu bisa disebut dengan sepi? Apa yang dibutuhkan hati ketika hati merasa sepi?
Ketika hampa itu adalah ruang tanpa udara, bagaimana dengan hampa yang dirasakan ketika sendiri? Hampa itu berarti tidak ada apa-apa. Kenapa ada rasa yang dirasa dari hampa?

Aku terdiam di ruang gelap tanpa suara yang dirasa hampa.
Kini aku percaya, sepi adalah teman paling setia ketika aku sendiri.

Aku masih terdiam… melihat dalam gelap. Membaca sandi yang ditulis oleh hati.
Satu yang aku ketahui, di depanku terdapat dinding. Aku harus ingat. Di depanku ada dinding. Dinding yang tak bisa aku lihat dalam gelap. Dinding pemisah antara dunia nyata dan dunia yang tak nyata.

Aku sendiri… Mengabaikan suara… Mengabaikan cahaya…
Teriakan-teriakan itu… Terserah… Aku tidak dengar…
Kata-kata itu… Aku tak peduli…
Urus saja diri sendiri…

Kemudian…
Aku berdiri… menatap cahaya. Membaca kata tanpa makna. Mendengar suara..
Diaaaaaaamm…… Suara itu.. Kata-kata itu… Aaaarrrggghhhhh…..!!!


Jumat, 12 September 2014

KAU

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 17.27.00 0 komentar
Kau…
Kau cahaya di tengah gelap
Kau putih di tengah hitam
Kau hujan di tengah gersang
Kau music di tengah sepi
Kau sepi di tengah petir badai menderu

Kau…
Kau beri aku mata untuk melihat
Kau beri aku tawa untuk bahagia
Kau beri aku hati untuk mencinta
Kau beri aku nyawa untuk hidup

Kau…
Kau matahariku
Kau pelangiku
Kau bintang hatiku

Bersamamu aku tak pernah merasa sepi
Bersamamu aku tak pernah merasa sendiri
Bersamamu aku merasa lebih berarti


Jumat, 05 September 2014

LDR

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 15.36.00 0 komentar
LDR…
LDR adalah kesabaran. Sabar menanti pertemuan.
LDR adalah kesetiaan. Setia pada waktu untuk segera mempertemukan. Setia pada ruang yang memberi jarak. Setia pada hati.
Seni dari LDR adalah membuat setiap detik saat bertemu menjadi detik-detik yang sangat berharga.
Yang paling penting dari LDR adalah kepercayaan. Selalu percaya, meskipun tak selalu bertatap muka.

Angin yang berhembus adalah nyanyian rindu. Hembusannya membisikkan kata rindu. Rindu adalah kenikmatan batin. Seni dari mencintai adalah bisa merasakan kerinduan. Rindu adalah nafas dari LDR.

Senin, 25 Agustus 2014

Kesalahanku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 20.22.00 0 komentar
Ini adalah kata yang tak mampu aku baca dalam pikiran:
“                                                                                               .”

Ini adalah kata yang sempat aku dengar dari hati:
“rvlacftdktmdayardttmhaasbasmdtmdmplat dpdamaaibdsatfsastssdtdgpsauld .gyjgfukefgbsxhakksoqdui fhjfbhfjke fjleeleito4uuyra.”

Pernah sekali dalam satu waktu memikirkan ini. Sesuatu yang sebenarnya sama sekali tak pernah aku inginkan. Kesalahan. Semesta melihat apa yang aku pikirkan. Dan sialnya dia membuat ini jadi kenyataan. Siapa yang harus disalahkan? Aku tentunya. Tapi ini mengajarkan aku untuk hati-hati menggunakan alam pikiran.

Aku bangun ketika mata pada hari sudah menyala. Menyampaikan salam pada dunia.
Aku merasa ada yang berbeda. Ini tak seperti biasa. Pikiran diselimuti oleh rasa yang terus menerus memukul-mukul dinding dalam pikiran. Entah sampai kapan. Sudah seharian aku merasa seperti ini. Tetap tak bergerak. Hanya jari-jari tangan yang seperti tak peduli pada keadaan. Terus menerus menari. Di tempat yang sama.

13 jam. Aku masih ada di tempat ini. Hanya diam. Tak tahu apa yang aku pikirkan. Tak peduli apa yang aku dengar. Hanya melodi bernada sumbang. Aku terjebak di dalam ruang kosong. Selamatkan. Selamatkan. Kemudian muncul sungai kecil. Yang ternyata bersumber dari kedua mataku. Bermuara di lengan pada baju tidurku.

Aku tahu. Aku mengerti. Tapi tidakkah seorangpun melihat aku? Bagaimana dengan aku? Jika kamu pikir hanya kamu, kamu salah! Karena aku pun merasa. Aku pun merasa marah pada diriku!! Aku kesal!! Aku kesal!! Aku menyesal!!

Aku pikir rasa marah tak pernah menang melawan rasa sayang. Beritahu aku jika kamu punya pemikiran beda.

Bagaimanapun,, aku sayang kamu… Sangat sayang :* :* :*

Sabtu, 16 Agustus 2014

15.08.2014

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 07.20.00 0 komentar
Kamu menjadi warna untuk pelangi dalam hariku. Menjadi cahaya dalam gelapku. Menjadi bintang dalam malamku.

Hari ini mimpiku untuk memeluk cahaya terwujud dalam satu bentuk nyata di hidupku. Begitu indah ketika kelembutan menyentuhku. Dan aku dengar jelas detak jantungmu.

Senyummu.. Tatapan matamu.. Genggaman tanganmu.. Pelukanmu... (ini belum beres, tapi harus aku akhiri sampai sini)

Makasih ya sayang… Makasih untuk segalanya :* :* :*

AKU SAYANG KAMU 

Minggu, 10 Agustus 2014

Ketika Aku Bahagia

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 15.33.00 0 komentar

Ini adalah huruf. Huruf yang disatukan menjadi kata. Huruf yang ingin aku tulis sebagai ungkapan bahagia. Huruf yang bisu, tapi mampu berbicara.

★★★

Aku ingin berkata pada dunia bahwa aku bahagia.. Tapi aku bingung bagaimana cara menyampaikannya. Jadi kurasa cukup akulah yang tahu.
Dipikiranku selalu terbayang bagaimana cara kamu tersenyum, cara kamu berbicara. Aku ingin memandangmu lebih lama dari biasanya. Tapi ada rasa yang tak bisa aku jelaskan dengan kata.

Iya, aku tahu,, aku hanya mampu berkata-kata.. Tapi aku tahu, dengan cara inilah aku bisa mengekspresikan suasana yang ada. Dalam hatiku.

★★★

Untuk senyuman yang sempat membuatku hilang ingatan. hehe… Sering aku melihat bulan, tapi rasanya gak seindah tadi malam. Bulan tersenyum padaku. Itulah yang membuatku miliki rasa gak menentu.

Hai kamu yang membuat aku bahagia, tahukah kamu tentang mimpiku? Mimpiku adalah membuat kamu bahagia juga. Ah iya, aku lupa… Mimpi itu untuk orang-orang yang lagi tidur. Sedangkan aku ingin membuat kamu bahagianya ketika kamu tidur dan terjaga. Jadi aku membuatmu bahagia bukan mimpiku, tapi harapanku. Harapanku adalah membuat kamu bahagia juga.

★★★

Sebelumnya aku memang gak pernah menyangka. Ternyata aliran air yang membawa aku hanyut itu akan sampai di tempat ini. Tempat yang dianggap gak ada. Kerajaan langit.
Aku berdiri seperti biasa, tapi dekat sekali dengan bulan, dekat sekali dengan bintang.
Kujadikan kamu raja di tempat ini. Jadi sekarang kamu adalah yang menentukan, akan diapakan tempat yang indah ini.

★★★


Intinya aku cuman mau bilang… Selamat siang. Tadi malam aku bahagia,,, Sangat Bahagia :*

Senin, 04 Agustus 2014

♥♥♥

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 18.34.00 0 komentar
♥♥♥ Dunia harus tau„ bahwa aku kangen Faizal Hamzah ♥♥♥

Sabtu, 02 Agustus 2014

Mengingat... Merasakan...

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 00.21.00 0 komentar
Hai, jumpa lagi dengan saya. Saya, Anti. Manusia. Bukan malaikat. Ehm.. apa kabar 2014? Ooohh.. Baik.. syukurlah. Saya juga. Mmm… saya??

Baiklah… Masih inget kan dengan cerita aku tentang omegle 2 bulan setengah lalu? Oalaaahh… Apa kabar omegle? Lama tak jumpa. Kangen gak sama aku? *asik… Masih aman kan tanpa aku?? Okee aman.. Terima kasih.

Waktu itu? Berlanjut… :o
Aseli,, bukan disangka, tapi gak disangka.. Oh Tuhan… Apa jadinya kalo aku tanpa ini? Ini apa?? Apa ya *think* … Ajaib!!
Kalo Aladdin minta sama lampu, gosok-gosok lampu, kemudian keluarlah jin dari dalam botol. Eh lampu ya? Menurut aku sih teko.  Kalo aku cukup ngusap-ngusap laptop, terus meluk laptop.. Terus berdoa.. Aku sepi… pengen punya temen. Kemudian layaknya seekor Jin, laptop mengabulkan doaku. Wuihhh… Datanglah~ #malaikat

Ga tau lah. Ga tau apaa? Mmm….
Sejarah singkat telah tercipta. Benerlah bikin sejarah itu gampang… Tapi,,, tapi,,, sejarah ini bakalan ada yang ngenang gak yahh? Terserah~ Kalo gak ada yang nginget atau “mengenang” pantes disebut sejarah ga sih?

Dunia itu bentuknya kayak gimana ya? Kok aku ga tau. Kalo alam maya bentuknya seperti apa? Aku lebih ga tau…
Baru sadar.. ternyata kata-kata bisa bikin orang jatuh cinta. Hihh… apa jadinya kalo kata-kata jadi bisu, ga bisa ngomong.. kalo gitu kan namanya bukan kata lagi. Tapi kosong! Pesan kosong.

Banyak cerita yang ga sempet aku tulis. Sebenernya bukan ga sempet, tapi males. Akunya males.. Nyesel juga sih, padahal kalo aku tulis semua mungkin kalo ada yang baca tulisanku bakal langsung mati karena bosen baca cerita-cerita aku yang disampaikan dengan cara yang ga asik. Sudahlah.. ga penting…

Sekarang aku cuman mau berbagi cerita sama hati aku sendiri. Siap??? Ashhh… aku belum siap >.<

Mulanya… emang berawal dari kata-kata. Semuanya fullll kata-kata. Tapi kok aku jadi suka ya? Kemudian waktu berjalan.. atau berputar.. Aku jadi… mmm…. Apa ya? mmmm… Kemudian aku tertarik… tertarik buat masuk ke duniamu.. hehe… Sepertinya asik..  mmm..

Kalo dulu aku bilang omegle itu koplak.. sekarang aku mau berterima kasih, sembah sujud sama omegle.. tengkyu.. Duniaku takkan seperti ini tanpamu. Dunia yang indah. Berwarna. Berpelangi. Berlangit. Berbulan. Berbintang. Berawan. Berhujan. Berbadai. Berangin. Bertopan. Berpuisi. Oh tidak… bukan saatnya -_-

Dari kata.. kemudian berlanjut ke tatap muka. Aku tau.. mungkin waktu itu ada rasa kecewa di pikiran kamu. Nyesel ga sih sama aku? Kalo jawabannya iya. Aku jawab “oh”. Kalo jawabnnya ngga. Aku jawab “oohh”. Beda ya? :D

Pernah liat film, apa ya judulnya lupa. Kalo bintang biru itu adalah bintang penunjuk. Okelah jadi sekarang aku mau ngikutin bintang biru. (Apa hubungannya sama ini? :v)

Ga tau ya? kalo aku … mmm… kalo aku… mmmm…. Ga jadi.. Tapi sudah lama di ganti,, jadi “Lupakan :D”  Itu kan kebiasaan kamu :D
Hadeuh… baru mulai udah lupa, apa lagi ya.. bingung..

Selama aku berkhayal, selama sembilan belas tahun hidup di bumi, belum pernah aku bermimpi ketemu bintang hati di sana. Sana? Mana? _hehe
Tapi ini hidup bung! Nyata! Aku sih yang kerjanya ngelamun, mimpi… Otak ku otak khayal. Aku lupa kalo aku bukan hidup sama Nirmala.

Aku tau.. aku ga seperti dulu lagi. Ga seperti waktu pertama kamu kenal aku. Tapi lihatlah apa yang telah kamu perbuat sama aku? Kamu buat aku mencintaimu!! *haaahah lebay

Aku banyak berharap dari semua. Oh tidak.. terlalu berharap itu ga baik!!

Aku serius sekarang... Ini hatiku saat ini.
Jujur… aku ingin perkenalan yang singkat waktu itu menjadi awal untuk menuju ke gerbang bernama ketidaksingkatan :D _aku serius_
Tapi… Mmm… aku ngerasa… kalo kamu itu.. mmm… beda sekarang.. mmm…
Ga tau kenapa.. ga tau apa… tapi ini yang aku rasain..
Ceritalah~~~ kamu bosan ga sama aku???

Aku….
Yang sayang kamu :*

AYLOPYU bee…..

Minggu, 27 Juli 2014

mmmm -_-

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 13.05.00 0 komentar
----------o0o(=_=)o0o----------

“Selamat pagi sayang, semoga hari ini menyenangkan :)” Hapus~
Ganti~
“Haloo…”

“Aku lagi gak baik, aku kangen kamu, rasanya perasaan itu..mmmm.. gimana ya :D” Hapus~
Ganti~
“Aku gapapa :)”

“Selamat siang. Aku rindu kamu mmm.. Kapan ya kita bisa ketemu? :D” Hapus~
Ganti~
“Hai.. disini ada yang merindukanmu :D”

“Sayang udah sahur? Jangan lupa makan ya :)” Hapus~
Ganti~
“Kamu udah sahur?”

“Lagi apa sayang?” Hapus~
Ganti~
“Kamu lagi apa?”

“Sayang..” Hapus~
Ganti~
“Haloo..”

“Iya, hati2 ya sayang :)” Hapus~
Ganti~
“Iya..”

“Padahal aku harap kamu belum ngantuk.” Hapus~
Ganti~
“Tidurlah~ :)”

Dan masih banyak lagi.. hahaha

Kebiasaan…

Tak Mengerti

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 09.22.00 0 komentar
Hari ini aku memandang bayanganku lebih lama dari biasanya. Kemudian aku mengembang. Kemudian aku mencair. Huih… ternyata ini aku!! Ya… meskipun aku sudah menyadari ini dari sebelumnya, tapi aku pura-pura melupakan. Kemudian bayangan dalam cermin itu kembali menyadarkan. Aku bukan apa-apa. Aku bukan siapa-siapa. Hanya makhluk kecil yang nampak pada bayangan.

Aku bicara pada hujan, “Hujan, tolong beri aku alasan mengapa kau mencair?”. Tapi dia hanya diam. Aku bicara pada angin, “Angin, tolong beri aku alasan mengapa kau berhembus?”. Angin pun hanya diam. Akhirnya aku bertanya pada bayangan, “Kenapa aku mencair??”. Oh… aku bocor!! “Kenapa aku menghembuskan angin??”. Oh… aku hidup.

Pada bayangan yang selalu setia menjadi teman terbaikku, aku terus bertanya ada apa dengan aku. Kenapa aku. Tapi bayangan pun tak pernah menjawab. Mungkin karena dia memang tidak tahu jawabannya. Atau karena tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh diri.

Aku merasa diri yang terlihat pada bayangan ini tak berarti. Merasa ada rasa yang tak mampu diungkap dengan kata. Merasa kalau rasa ini adalah dosa. Ada rasa takut. Takut mengganggu diam mu. Takut mengganggu damai mu. Masih berada dalam lingkaran tanya. Pantaskah aku untukmu? Sedangkan aku... mencintaimu. Sedangkan aku… menyayangimu.

Jika rasa yang ditawarkan oleh cinta mampu membuat bayangan menjadi nyata, akan aku ungkap semua kata yang selama ini menjadi racun dalam dada. Dalam diam aku berkata. Dalam lelap aku terjaga. Aku bicara dalam kebisuan. Aku bertanya meski tak pernah ada yang tahu dengan jawabannya.

Semua yang aku ungkap seperti lembaran cerita. Ketika kamu tanya aku kenapa. Aku jawab, aku tak tahu. Karena memang itulah yang aku tahu. Aku tak tahu. Harusnya kamu yang tahu. Harusnya kamu yang mengerti aku. Tapi aku coba pikir lagi. Jangankan kamu. Aku pun tak tahu.

Baru kali ini aku tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh hati. Harusnya hatiku tahu. Ini menyiksaku! Rasanya sakit. Tapi aku tak tahu apa yang membuat aku sakit. Rasanya perih. Tapi aku tak tahu apa yang membuatku perih. Luka. Padahal aku sedang bahagia.


Sudahlah. Mungkin yang harus aku lakukan sekarang adalah mengabaikan kata hati. Mencoba tak peduli dengan suara hati. Menjadi tuli.

Sabtu, 26 Juli 2014

Dia Bernama Rindu

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 14.11.00 0 komentar
Terbang. Menari di atas awan. Melayang diantara bintang-bintang. Bernyanyi ditemani warna pelangi. Membantu matahari menyinari bumi. Mendarat di bulan. Awal yang bahagia. Scenario yang di tawarkan oleh cinta.

Tak ingin. Mencair bersama hujan. Jatuh bersama komet. Menghilang bersama badai. Terobang-ambing di tengah samudera. Lenyap dimakan Bermuda. Dilupakan. Ditinggalkan. Mati.

Aku ada. Di tengah milyaran umat manusia. Diantara nyawa yang diberi nafas bahagia. Bersama raga yang menanggung beban derita. Hidup bercampur dengan bintang yang bersinar terang, aku meredup. Bukan pemilik cahaya. Mati. Terabaikan. Terasingkan.

Oh… aku bermimpi menjadi cahaya. Bersinar. Menjadi idola. Terang. Orang-orang meneriakkan namaku. Matilah Kau!! Ash… Aku menjadi abu. Menghalangi pandangan. Abu yang menempel pada Kristal hati. Angan-angan. Bayangan.

Plak… Tamparan pada dinding pikir itu menyadarkan lamunan. Ada perasaan yang nyatanya bukan sebuah kebiasaan. Ada rasa yang tak biasa. Ada luka di atas hati yang bahagia. Ada air mata ketika tertawa. Bukan, bukan luka. Bukan, bukan air mata. Adalah hati yang tak tahu maksud dari diri. Hanya ruang yang tak terjamah oleh cinta. Dimensi yang tak dipahami oleh rasa. Biasa.

Aku tak mengerti. Apa rasa yang di maksud hati saat ini? Bukan perasaan luka. Tapi tak mengenal kata bahagia. Hati. Bagaimana kabar hati? Merasa baik meski tercabik. Bukan. Merasa tercabik meski sedang baik. Bukankah itu artinya sama saja? Tidak. Aku baik-baik saja. Hanya diri yang tak mengerti maksud hati.

Merasa. Bukan sosok yang sempurna untuk merasakan cinta. Tapi. Bukankah cinta tak butuh kesempurnaan? Hanya butuh perasaan. Damai ketika cinta memeluk hati. Indah ketika cinta menyelimuti diri. Tapi apa yang dirasa hati saat ini? Diri. Terlalu tidak tahu untuk mengerti.

Ternyata ada. Dimensi yang sama meski dirasa beda. Langkah yang panjang. Ruang yang jauh. Bernama jarak. Aku mendengar suara. Aku melihat bayangan. Aku menyentuh perasaan. Aku menghirup aroma rindu. Dapatkah kamu dengar ketika aku memanggil namamu? Dapatkah kamu rasakan ketika aku merindukanmu? Adalah aku yang selalu mengingatmu.

Ternyata rindu. Rindu yang menyiksaku. Yang merubah rasa menjadi asa. Yang merubah bayangan menjadi angan. Yang merubah bahagia menjadi luka. Ah… rindu. Harusnya tak seperti ini.


Dari sebab, selalu ada akibat. Karena aku mencintai. Maka aku. Menanggung resiko. Yang bernama r i n d u …

Kamis, 24 Juli 2014

Bukan Cerita

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 12.29.00 0 komentar
Ketika semua dirasa seperti mimpi.
Langit berseru kepada alam untuk selalu setia berada di bawahnya. Entah. Dimana titik ujung yang dinamakan langit? Akan aku temukan. Aku akan terbang. Menembus langit biru, melewati atmosfer, menduduki tanah tanpa gravitasi. Terbang. Melayang. Mendarat diantara bintang-bintang.

Langit. Lautan biru di atas matahari. Tempat tertinggi dari kerajaan awan. Menggapai langit adalah meraih cita. Menatap langit adalah mengagumi sang pencipta. Langit. Pelindung bumi dan semesta. Pemberian dari sang pemilik langit. Warnanya adalah kedamaian.

Bumi. Bola kecil di angkasa. Diciptakan untuk pijakan umat manusia. Ada gravitasi. Tempat segala macam bentuk kehidupan. Manusia tak bisa terbang, hanya bisa berlari. Mengejar impian untuk pergi ke atas langit. Adalah bulat. Tapi selalu dirasa datar. Entahlah.

Udara. Ruang untuk tetap hidup. Di atas bumi. Di bawah langit. Tanpa udara adalah hampa. Warnanya adalah rahasia.

Mimpi. Dimana letak alam yang disebut mimpi? Mungkin diantara langit dan bumi. Bukan. Di dalam ruang yang tak bisa dilihat dengan mata dan pikiran sadar. Mimpi. Akarnya adalah cinta. Batang dan daunnya adalah kasih dan sayang. Bunganya adalah kebahagiaan. Racunnya adalah air mata.

Bersama. Keadaan sebelum perpisahan. Harumnya adalah cinta. Busuknya adalah dusta. Kebersamaan. Alam yang diharapkan untuk sebuah keabadian tanpa perpisahan. Mimpi bagi setiap jiwa yang ingin merasakan kebahagiaan. Bersama cinta. Hati yang tak ingin dipisahkan dari raga pemilik cinta. Kebersamaan adalah keindahan bagi setiap raga yang memiliki nyawa.

Air mata. Sungai kecil yang mengalir dari sudut yang disebut mata. Pembasuh luka. Buah dari duka. Mahkota mata. Pemberi warna. Pelangi cinta. Selama masih ada cinta hadirnya adalah sementara.

Cinta. Mahkota hati. Warnanya adalah keindahan. Hadiah dari semesta untuk para pengharap kesempurnaan.

Aku hidup di bawah langit, di atas bumi, di antara mimpi. Di dalam dunia. Bersama cinta.

Warna~
Hidup~
Cinta~
Bersama~

Bahagia~

Minggu, 20 Juli 2014

Daun dan Embun

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 04.16.00 0 komentar
Daun itu merasakan kebahagiaan ketika setetes embun membasahinya, karena yang diberikan embun adalah air yang berisikan cinta dengan sebuah ketulusan dan tak pernah ada keterpaksaan. Meski hanya setetes dan hanya dari sang embun. Sang embun pun merasa bahagia karena merasa airnya diterima dengan senyuman dari sang daun. Hingga akhirnya setiap pagi sang embun tak pernah lupa untuk selalu memberikan cintanya pada sang daun lewat air yang dia titipkan pada alam.

Tapi aku tak pernah berharap menjadi embun, karena kurasa jika aku menjadi embun aku mungkin akan menghilang ketika hujan dan lupa untuk memberikan setetes dari airku. Ketika aku berubah menjadi hujan, mungkin aku akan melukainya karena kerasnya hantaman dari air yang aku berikan. Aku pun tak pernah berharap menjadi daun yang hanya menunggu cinta dan merasa bahagia ketika cinta datang, namun hanya membiarkan cinta bahagia karena melihatku bahagia.

Tahukah kamu? Ketika matahari keluar dari persembunyiannya, embun akan hilang. Airnya akan daun berikan pada matahari. Ternyata sang embun tak pernah setia menamani sang daun. Dan sang daun tak pernah menahan sang embun untuk tetap tinggal bersamanya. Dan aku tak ingin menjadi salah satu diantara keduanya.


Matahari… merasa dosakah kamu karena selalu mengambil pemberian embun dari sang daun?

Jumat, 11 Juli 2014

Hai Aku...

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 12.48.00 0 komentar
Ada awan di kepalaku. Lihat awan itu, bergerak menuju hati! Tidaaak… Jangaaan…
Ada kesedihan? Tidak, sama sekali. Hanya merasa…mmmm…entahlah. Masih perlukah kesedihan, ketika setiap hari yang dirasa adalah bahagia? Aku.. sedang bahagia. Tapi aku merasa ada yang berbeda di dalam nafas bahagiaku. Ada awan di kepalaku. Matahari… kemarilah, singkirkan awan itu. Aku tak ingin bila awan itu mencair dan terlihat seperti hujan.

Ada awan di bawah cerahnya langit. Matahari! Wihh… ada bulan di siang hari! Hai bulan, bintang mana? Eh matahari… lagi apa di atas sana? Ayo.. pergi… aku ingin segera melihat bulan dan bintang.

Memutar waktu. Ingin pergi ke alam dimana waktu sama dengan bahagia. Eh… ini alamnya ternyata. Selamat datang di dunia dimana semua orang mengingat tanggal untuk mengingat waktu. Aku? Untuk apa tanggal ketika semua waktu dalam hari dirasa sama?

Ada kabut di bawah gelapnya malam. Hei kabut, menyingkirlah. Mana bulan dan bintang? Disana ternyata. Eh… disini. Hei langit, pernah melihat bulan dan bintang pergi bersama gak? Tahu gak? Itu aku lho~ sama dia. Lihat kan waktu itu?

Hai bumi… Masih selalu ada untuk menampung makhluk kecil bernama Anti ternyata. Terima kasih bumi. Apa kabar satelitmu? Aku merindukannya bumi.

Hai kamu… Ada sesuatu di jantungku. Ada sesuau di kepalaku. Itu kamu? Iya itu kamu. Kamu mengganggu pikiran sadarku. Tapi… tapi… tapi aku bahagia. Teruslah ganggu aku, aku tak keberatan. Sama sekali.

Eh… lihat cahaya itu! Mengintip di balik hati. Sekarang terlihat jelas. Woah… cahaya cinta!!! Bagaimana? Bagaimana bisa? Hih… Kemarilah.. Jangan takut. Aku ingin memelukmu. Eh ternyata cahaya gak bisa dipeluk.

Hah mimpi. Eh, Hai mimpi. Bisa bawa aku ke tempatnya gak? Untuk kali ini saja. Aku hanya ingin tahu, sedang apa dia. Hai (lagi) mimpi… Bisa bawa aku masuk ke hatinya gak? Aku hanya ingin tahu. Apakah rasanya sama dengan rasaku? Apakah rindunya sama dengan rinduku?

Oh… aku tahu sekarang.

Hai kamu… Ada aku…ini aku. Aku menyayangimu. Selamat datang di hariku. Eh, hatiku.

Selasa, 08 Juli 2014

Seperti Bukan Aku

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 19.37.00 0 komentar
Ada yang salah dengan diriku! Aku hanya diam dan aku merasa lelah?
Ayo, Anti!! Ada banyak yang harus dilakukan, lebih dari sekedar bermalas-malasan.

Ada yang salah dengan hariku! Aku merasa gelap saat matahari ada di atas kepalaku. Aku silau saat malam mengubah dunia menjadi gelap. Aku ngantuk saat siang dan terjaga ketika malam. Oh tidaaaaak! Aku akan jadi seekor kelelawar!!

Benar-benar ada yang salah dengan aku! Apa? Apa yang salah? Aku merasa ini bukan aku! Aku yang dulu selalu punya banyak waktu untuk merajut helaian mimpi, sekarang hilang! Tidak! Jangan!

Bagaimana mungkin ini terjadi?
Oh… aku tahu!!! Sekarang hari sudah menciut. Satu hari hanya ada 24 jam!
Woah… 24 jam MEEEEN! Dan aku masih kekurangan waktu untuk bersantai. #pemalas

Mulai sekarang.. aku akan kembali, menjadi aku yang dulu. Yang kenyataannya bukan makhluk yang malas. Atau sebaliknya >.<
Dan aku, aku terdampar disini, karena ada satu misi. 

Nyanyi dulu ah…
Jreng… Jreng….

Ukirkan dalam hati kapten masa depan
Lebih tangguh dari pada yang kita duga
Daripada terbawa hati yang gelisah
Cobalah tuk manangis saja

Demi meraih masa depan terlihat
Tak perlu ragu jadilah diri yang baru
Bukan demi tuk siapapun juga
Cukup mencoba untuk jadi lebih hebat

Dragon Screamers Why I do Why I do!
Bagai naga yang terbang Why I do Why I do Ho!

Cahaya keemasan panggilan masa depan
Dan akan bimbing kita semua
Dragon Screamers !
Dragon Fever !
No Question!


Selamat Malam… Malam ini makhluk malas lagi merindukan bulan.

Selasa, 01 Juli 2014

Thanks God

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 10.38.00 0 komentar
Yeaaahh.. Bulan Juli. Itu artinya aku telah melewati setengah perjalanan di tahun 2014. Aku berhasil melewati bulan Juni dengan..…. S E M P U R N A… Thanks God :’)

Rangkaian mimpi yang aku ukir selama bulan Juni telah berhasil membuat hariku bahagia. Yaaa tentunya dengan bantuan cinta. Dan di bulan Juli ini aku ingin kebahagiaan itu berlanjut. Cinta itu tetap ada. Serta impianku menjadi nyata.

Ada harapan yang ingin aku sempurnakan. Jika bulan Juni kemarin aku hanya berharap menjadi bulan yang baik untuk bulan-bulan yang akan datang nanti. Maka di bulan Juli ini aku berharap harapanku selama aku hidup dalam harapan dapat dikabulkan, dan bukan hanya sekedar harapan-harapan yang tak pernah sekalipun aku usahakan. Thanks God, telah memberikan aku kesempatan untuk membuat harapan sehingga hari-hari aku sibukkan untuk mencapai tujuan.

Wooaaaahh… Aroma bulan Juli tercium hingga ke dasar lautan harap.

Terima kasih telah memberikan aku nafas untuk merasakan cinta.
Terima kasih telah membuatku merasakan cinta yang sempurna.
Dan kamu adalah keajaiban cinta terbesar dalam hidupku.
Aku mencintaimu.


Selamat Bulan Juli 2014….

Minggu, 29 Juni 2014

"A" sampai "Z"

Diposting oleh Anti Regina Pung Pung di 21.43.00 0 komentar
Aku rasa hidup itu adalah tinggal sebelum mati.
Bila kematian adalah satu-satunya cara untuk pergi ke alam keabadian, aku ingin pergi bersama cinta ke alam yang abadi itu.
Catatan ini adalah lukisan tentang cinta. Tentang kita. Ya… kurasa aku dan kamu itu adalah kita.
Di bawah cahaya bulan bersama keindahan bintang kita bersama, meski kebersamaan kita berada di dalam ruang yang berbeda.
Entahlah, tapi aku rasa perbedaan ruang adalah dimensi yang tak pernah berlaku untuk cinta.
Fantasi mimpi selalu menjadi daya untuk aku berpikir bahwa dapat merasakan cinta itu memang sebuah keindahan.
Gambaran mimpi yang aku ciptakan dalam pikiranku selalu berlukisakan tentang cinta. Sungguh, aku tak mengerti. Selalu cinta. 
Hidupku memiliki warna yang ku rasa warna itu di dapat dari cinta.
Indahnya hidup ini setelah aku benar-benar sadar bahwa hidup adalah keindahan. Keindahan dari cinta yang aku terima dari hidup yang penuh dengan warna.
Jarum yang menunjukkan waktu terasa cepat berputar mengelilingi angka yang hanya berjumlah 12 itu. Rasa-rasanya memang begitu.
Kadang waktu memang terlalu cepat bagi yang bahagia. Tapi sepertinya bagiku waktu adalah keabadian.
Lantunan nada cinta terasa hangat mendekap jiwaku yang merindukanmu.
Malam ini adalah malam dimana bintang-bintang berdoa untuk para pencinta, semoga selalu ada dalam bahagia.
Nasib adalah bagian dari takdir. Dan kurasa cinta adalah takdir. Sedangkan jarak adalah nasib.
Omegle! Kini aku percaya pada “serendipity”.
Peta yang umumnya dibutuhkan untuk mencari tujuan, itu tak pernah aku miliki. Karena aku sampai pada tujuan dengan bantuan sang pemilik kehidupan. Serendipity.
Quotes-quotes indah tentang cinta adalah gambaran bahwa cinta itu memang indah.
Rasanya memang begitu.
Sampai pada titik yang dinamakan dengan kematian, semua yang bernyawa pasti hidup dalam lingkaran yang bernama cinta, meskipun aku tak tahu seperti apakah bentuk cinta itu.
Tapi aku mengerti tentang hidup yang diwarnai dengan cinta itu sungguh indah. 
Untuk kamu yang ada dalam pikiran sadarku, aku mencintaimu. Dan aku katakan aku bahagia karena miliki rasa itu. Apapun yang kamu katakan tentang aku, terserah..
Vampire pun bisa merasakan cinta. Apalagi aku, manusia yang mempunyai jantung yang benar-benar berdetak, dengan darah yang mengalir di dalam tubuhku.
Warna yang menghiasi cinta  semoga selalu menjadi warna yang sempurna untuk mewarnai kisah kita. 
xxxx (bingung)
Yang kita butuhkan untuk cinta kita adalah kita tinggal percaya. Percaya bahwa cinta adalah keindahan yang akan selalu memberi kebahagiaan dengan warnanya yang akan membuat hati merasakan indahnya kehidupan.
ZzZzZzZzZz (tidur)…….
 

Catatan Bintang Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review